“It’s okay to not be okay.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Hidup itu cuma sekali, jadi nikmati saja. Bila perlu muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga. Hidup cuma sekali kok dibikin repot, betul! Tapi ada beberapa hal yang kita pelajari, maknai dari kalimat ‘hidup cuma sekali.
Pertama: karena hidup cuma sekali dan soal umur itu tidak ada yang tahu. Kapan waktunya kita akan berpulang, maka dari itu giat-giatlah untuk meninggalkan kenangan-kenangan terbaik dengan orang-orang yang kita kasihi. Selama kita masih ada kesempatan, jangan pernah sia-siakan.
Kedua: karena hidup cuma sekali, jadi jangan terlalu membebani diri, bahwa hidup harus sempurna, sukses, dan harus menjadi mega bintang yang besar. Kita semua itu ‘clueless’ saat pertama kali lahir dan hidup di dalam dunia ini. Makanya jangan terlalu memaksa diri. Akan jauh lebih baik, ketika kita menormalisasikan, bahwa “it’s okay to not be okay, it’s okay” kalau salah yang terpenting kita perbaiki dan semakin menjadi lebih baik. Jangan mengulang kesalahan yang sama di tahun-tahun berikutnya, karena itu hanya akan mengulang cerita-cerita yang sama tanpa ada hasil dan perubahan.
Ketiga: memang benar hidup cuma satu kali, itu artinya kita juga muda hanya satu kali saja. Maka dari itu kita juga harus lebih jeli dalam melihat perbedaan yang jelas antara menikmati masa muda, melewati masa muda dan memaknai masa muda. Selagi muda ‘be you be a better you’. Hidup harus makin baik, dan kian bermakna.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

