| Red-Joss.com | Perumpamaan hari ini adalah tentang dua anak laki-laki yang diminta oleh Bapaknya untuk bekerja di kebun anggur.
Pesan ini menyentuh ruang pribadi kita. Karena, ini berbicara tentang
proses pendewasaan iman.
Ada tiga orang penting, yaitu: seorang Bapak dan dua anak.
Sang Bapak menyuruh mereka berdua untuk bekerja di kebun anggur.
Apa reaksi anak pertama?
Dia dengan cepat berkata: Ok, tetapi tidak pergi. Sedangkan anak kedua, awalnya menolak. Namun, pada akhirnya dia menyesalinya dan pergi ke kebun anggur.
Dalam hal ini, Bapak mewakili pribadi Tuhan. Dia memanggil semua putra dan putrinya untuk bekerja di kebun anggurnya.
Anak pertama adalah tipe orang yang kelihatannya penurut, tetapi sebenarnya suka memberontak dan malas. Di depan Bapaknya, dia menjawab ‘ok’ dengan lantang, tapi dia sendiri tidak melakukan perintah Bapaknya.
Sekarang, kita mempelajari sikap anak kedua. Dia menunjukkan kerendahan hati. Ia merasa bersalah, lalu menyesal, dan akhirnya berubah.
Ini mengingatkan kita, ketika bersalah, kita harus berkata dengan berani: “Saya bersalah, saya minta maaf, dan saya harus berubah.”
Memulai hidup baru! Ada kehidupan yang harus diperbaharui sebagai pendewasaan iman.
Berani jujur untuk seia-sekata dan bersikap benar agar hidup kita berkenan bagi Tuhan
Tuhan memberkati.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

