Fr. M. Christoforus, BHK
“Manusia, siapakah engkau, dari mana dan hendak ke manakah engkau?”
( Filosofi Hidup)
…
| Red-Joss.com | Ungkapan rangkaian refleksi filosofi hidup yang tertuang di atas ini, adalah sebuah pertanyaan retoris yang sudah berusia setua usia sang manusia.
Kita, yang hidup kini pun sangat meyakini, bahwa hidup dan kehidupan ini, berasal dari kehendak bebas serta rencana agung Sang Maha Asal. Dia, Sang Causa Prima, penyebab serta asal segala sesuatu. Dialah Tuhan, Sang Pencipta.
“Kita Berada di Mana?”
Sejatinya refleksi ini mau mengajak sang manusia untuk sejenak berhenti dari rutinitas hidup dan menemukan serta tujuan hidup ini.
Kita ini, sesungguhnya siapa? Kita ini, sejatinya berasal dari mana? Kini, kita pun hendak ke mana?
Manusia ingin, rindu, berhasrat, dan bahkan terobsesi untuk menemukan kembali hakikat eksistensial serta hakikat jati dirinya.
Itulah sebuah ciri khas, sebagai keunikan sang manusia. Dialah sang makhluk yang senantiasa mau mempertanyakan eksistensi hidupnya.
Kita kini berada di mana? Adalah sebuah pertanyaan klasik nan abadi. Pertanyaan ini akan terus diajukan oleh generasi ke generasi dan dari zaman ke zaman. Entah hingga kapan.
Intimitas dari balik pertanyaan ini, sejatinya, sang manusia menyadari, bahwa keberadaan dirinya hingga kini, atas dasar apa? Mengapa kita justru masih berada di sini, di bumi ini, hingga kini? Siapakah sang penyelenggara hidup serta keberadaan kita?
Langit dan bumi ini telah diciptakan-Nya bagi kita umat kecintaan-Nya. Lalu diserahkan kuasa kepada sang manusia untuk memelihara bumi beserta isinya.
Kini, kita, sang manusia ciptaan-Nya telah berada di sini, di titik ini, di bawah kepak sayap lindungan-Nya.
“Dan Aku, akan senantiasa menyertai kamu hingga akhir zaman,” ucap Yesus Kristus, Tuhan kita.
Saudara, itulah sebuah jawaban atas kerinduan isi hati sang manusia.
…
Kediri,ย 9ย Novemberย 2023

