Simply da Flores
…
Aku bermimpi di malam purnama
Ada lima bidadari turun dari langit
dibawa terbang mengelilingi bumi Nusantara
oleh burung Garuda, Rajawali, Cendrawasih, Elang Jatayu dan Burung Merak
Kemudian membawa pesan bermakna
Bidadari pertama
mengendarai Burung Garuda
Setelah melintas bentang katulistiwa
lalu datang ke metropolitan Jakarta
dan hinggap di puncak Monas
Sang bidadari pertama berkata:
“Bangsa dan Negara Indonesia ini
adalah tempat penuh berkah
dan bangsa negara pilihan Ilahi
Kekayaan dan keistimewaan Nusantara
telah menjelma dalam NKRI
Semua kebijaksanaan telah dianugerahkan
harga kekayaan telah disiapkan dan diberikan
Sadarilah, jagalah dan pergunakanlah
Para pemimpin harus adil dan bijaksana
Jangan hanya mengejar kemajuan fisik material
lalu lupa nurani dan jiwa dibangun
Jangan lupakan sejarah dan adat budaya”
Bidadari kedua
mengendari burung Cendrawasih
Setelah keliling wilayah Nusantara
Turun dan hinggap di monumen Titik Nol Merauke
Lalu sampaikan maklumat pesan
“Papua adalah tanah perjanjian
Negeri pantai pasir putih
Tanah damai berlimpah kekayaan alam
Orang Papua juga bangsa pilihan
Maka
Hentikan segala bentuk penindasan dan pembunuhan
demi menguras kekayaan alamnya
Papua tanah surga negeri terjanji
jangan dirampok harta kekayaan alamnya
dengan menindas dan membunuh orang asli Papua
Tegakkan dan akui merah harkat martabat
dan hormati putih jiwa nurani
Amalkan cinta kasih sayang dengan Panji sakti Pancasila
Jangan lanjutkan diskriminasi dan ketidakadilan atas nama pembangunan
Peluklah putra putri Papua sebagai sesama saudara Ilahi
Bukan anak tiri atau penjahat
dengan aneka label kejahatan
Damai itu indah dan bermatabat”
Bidadari ketiga
mengendarai Burung Elang Jatayu
Setelah terbang keliling Indonesia
singgahi kota Sabang dan Banda Aceh
Lalu turun hinggap di Mentawai
Bidadari ketiga kumandangkan pesan
“Dari pelataran barat Nusantara
dan hamparan samudra Indonesia
Diingatkan kepada segenap pewaris negeri Indonesia
agar jangan melupakan warisan adat budaya
yang menjadi fondasi kokoh bangsa dan negara ini
Jangan pula lupakan kekuatan iman dalam aneka kepercayaan dan agama
berkah Ilahi bagi pribadi beradab
Bersatulah dan saling mengasihi sebagai sesama saudara”
Bidadari keempat
Turun mengendarai burung Rajawali
Setelah melintas katulistiwa dan keliling tanah air Indonesia
Turun di ibukota Nusantara Kalimantan
Lalu lantang sampaikan pesan
“Ibuk kota Nusantara membanggakan
Prasasti sejarah bangsa Indonesia
merangkul masa lalu hari ini
untuk meraih masa depan sejahtera jaya
Tanah dan air telah disatukan doa
Aturan telah ditetapkan bersama
Langkah harus yaqin dilanjutkan
Bekerja keras dalam doa sahaja
Meraih masa depan gemilang keemasan
dengan pribadi utuh berada
Hentikan polemik dan konflik sara
Bangunlah jiwanya dan raganya
Jangan merusak lingkungan dan hilangkan adat budaya
Hiduplah Indonesia Raya…”
Bidadari kelima
Turun dengan kendaraan Burung Merak Putih
Setelah keliling negeri tercinta
lintasi tempat keramat dan bersejarah
singgahi ibukota Jakarta dan IKN Nusantara
Kunjungi Merauke dan Sabang
datangi Mianggas dan Rote
Lalu turun di Nusa Penida
Bidadari kelima senandungkan syair
“Padamu para pahlawan bangsa
dampingi dan doakan generasi penerus NKRI
Mohonkan kebijaksanaan dan iman
bagi segenap pemimpin bangsa dan pejabat negara
Tuntunlah putra-putri Indonesia
memiliki jiwa beriman yang taqwa
mempunyai budi nurani bermartabat
menjaga pikiran waras cerdas sadar
melatih emosi dan perasaan dewasa
dalam raga yang kuat sehat
Keindahan martabat bangsa Indonesia
Keluhuran harkat pewaris NKRI
Adalah keutuhan pribadi beradab
baik para pemimpin bangsa dan pejabat negara
maupun segenap rakyat Indonesia
Waspadalah agar tidak dihasut dan dijajah
Jaga persatuan dan kesatuan bangsa
Bersatu kalian pasti teguh kokoh
Konflik, perang dan tercerai berai
pastilah NKRI hancur berkeping
lalu pasti dijajah kembali dan dicaplok harta kekayaan bangsa”
Saya tersadar dari mimpi
dan hanya diam termenung
lalu berjuang menuliskan ceritanya
Siapa tahu ada maknanya bagi bangsa
Mungkin ada arti pesan yang berguna untuk kita pewaris NKRI
yang sedang dalam pesta demokrasi
di tengah gelombang tantangan digital Milenial
Terima kasih padamu Lima Bidadari Langit
dan kendaraan penghantar kedatangan kalian
…

