| Red-Joss.com | Ketika kita mendapatkan kabar baik, kepada siapa kita hendak berbagi cerita? Tentunya kita bercerita kepada pribadi-pribadi yang akrab, dekat, dan yang kita kasihi.
Maria dan Elisabet menjadi bukti dari yang disampaikan di atas. Keduanya amat dikasihi oleh Tuhan. Apakah kita masih ingat ungkapan dari Maria dan Elizabeth?
Pertama, Ini ungkapan hati dari Elisabet, “Bagiku, ini adalah perbuatan Tuhan! Ini adalah waktu-Nya untuk meminta belas kasihan, dan menghapuskan aibku di depan umum” (Luke 1:25).
Kedua, ini ungkapan dari Maria, ”Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku” (Luke 1:46-47).
Sekarang, bagaimana dengan ungkapan hati kita, ketika mendapatkan pengalaman dikasihi Tuhan?
Benang merahnya untuk kita adalah ini: “Faith means not only accepting the imperatives that God demands but also fulfilling the implications.”
Intinya, iman yang sudah menjadi dasar kepercayaan itu harus menjadi kabar baik bagi yang lain. Jangan berubah menjadi kabar buruk bagi yang lain.
Kalau iman kepercayaan yang dihayati menjadi kabar buruk bagi yang lain, itu namanya bukan orang yang beriman, tapi menjadi provokator.
Semoga iman kita kepada Yesus Kristus selalu mendatangkan kebaikan-kebaikan dan menjadi kabar baik bagi tetangga, saudara dan semua sahabat. Amin.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

