| Red-Joss.com | Panggilan dan Perjalanan Kemuridan yang selalu Disiapkan.
“This one began to build but did not have the resources to finish” (Lk 14:30).
Proyek itu menjadi mangrak, ketika panggilan dan perjalanan kemuridan berhenti atau tidak jelas arahnya mau dibawa ke mana.
Sesungguhnya panggilan dan perjalanan kemuridan itu harus bisa dilihat semuanya: Apa yang sudah terjadi, dijalani saat ini, dan apa yang dituju berikutnya? Di setiap waktu ini, pribadi yang dipanggil menjadi murid dan sedang menjalani ini, percaya dengan yang namanya Penyelenggaraan Ilahi.
Pertama: mentalnya harus disiapkan, karena Yesus mengatakan, “Whoever does not carry his own cross and come after me cannot be My disciple” (Lk 14:27). Lihat, mental dan kekuatan kita. Selama ini kita sudah teruji atau belum? Sudahkah kita membawa salib tanpa keluhan?
Kedua: misa memilah-milah mana yang penting dan tidak penting. Kita tidak boleh memakai pertimbangan manusiawi. Jika pertimbangan manusiawi yang dipakai, pasti yang dipakai adalah duniawinya. Di sini, pertimbangan rohani harus diprioritaskan. Seperti dikatakan oleh Yesus, “In the same way, everyone of you who does not renounce all his possession cannot be my disciple” (Lk 14:33).
Menjadi milik Kristus itu hatinya jangan nempel pada hal-hal duniawi, tetapi harus nempel dan melekat pada hati Yesus. Karena IA yang memanggil dan yang terus kita ikuti jalannya.
Semoga panggilan dan perjalanan kemuridan kita makin asyik dan menggembirakan. Yesus tahu dan melihat hati kita, siap yang setia dan tidak setia. Siapa yang siap dan tidak siap. Siapa yang tekun dan tidak tekun. Siapa yang percaya dan tidak percaya. Hati-hati, jangan sampai panggilan dan perjalanan kemuridan kita menjadi mangrak. Kita harus komitmen, konsisten, dan setia pada tugas perutusan dari Yesus.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

