| Red-Joss.com | Kisah perjalanan dua murid menuju ke Emmaus begitu indah untuk direnungkan.
Setiap kali merenungkan kisah ini, secara emosional, kita bisa masuk dengan mudah dalam kisah tersebut. Sebab kisah mereka mewakili kisah kita, misalnya:
- Berkobar-kobar hati mereka saat mendengarkan penjelasan Kitab Suci.
- Terbuka mata mereka mengenali Yesus saat pemecahan Roti.
- Kembali dengan sukacita menyampaikan berita kebangkitan Yesus.
Kisah mereka ini menggambarkan tentang perjalanan rohani setiap murid Yesus zaman dulu dan zaman sekarang.
Lihat, betapa banyak dari antara kita yang semakin hari, kian mencintai Kitab Suci: membaca, mempelajari, dan membagikannya. Jika ditelusuri, di sini, Kitab Suci memberikan banyak inspirasi dan perubahan bagi pembacanya. Yang penting, saat sudah rajin membaca Kitab Suci, jangan sok tahu, lalu menafsirkan seenaknya saja. Tapi tetaplah rendah hati dan selalu membuka hati untuk dituntun oleh Roh Kudus.
Lihat, betapa banyak dari antara kita yang semakin hari, semakin rajin ikut perayaan Ekaristi: bangun pagi, datang tiap pagi ke Gereja, dan merasakan kebersatuannya dengan Dia saat menerima Tubuh dan Darah-Nya. Yang penting, selalu hadir dalam Perayaan Ekaristi dengan fokus yang jelas, yaitu datang untuk berdoa, merayakan dan memperbaharui diri. Tidak usah banyak bergaya saat hadir dalam perayaan Ekaristi, sebab Ekaristi bukan untuk ‘fashion show’ atau ‘tempat pertunjukkan’. Tempat ini juga bukan untuk ajang pamer kemampuan dan berkompetensi siapa yang hebat. Bukan! Fokus kita selalu kepada Dia yang mengundang kita dan yang menyediakan santapan rohaninya.
Lihat, betapa banyak dari antara kita, setelah merayakan kebangkitan-Nya, merasakan kebangkitan hidup juga. Merasakan hidup yang berubah. Tapi ingat, jagalah semangat ini jangan sampai menjadi kendor dan luntur. Caranya: ceritakan dan kisahkan terus kepada yang lain. Katakan kepada yang lain, Dia sungguh bangkit. Ini buktinya, “Dia telah membangkitkan diriku lagi.” Yang penting, kita tidak boleh sombong. Sadari, bahwa semua yang terjadi ini adalah berkat dari-Nya, kita tinggal membagikannya.
Kita syukuri apa yang telah terjadi dalam kisah perjalanan Emmaus kita. Rasakan terus kehadiran-Nya saat menemani dan berjalan bersama dengan kita dalam kehidupan sehari-hari. Alleluia!
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

