Serpihan Jejak Musyafir – 63
Syair & Melodi Tujuh Senja

Simply da Flores

1.
Senja Pertama

Para nelayan kekar semangat
mendorong sampan dan perahu
mengiringi senja menuju samudra

Pesona senja adalah harapan
Luasnya samudra adalah kepastian
ada tersedia lumbung rezeki
maka gulita malam bukan halangan
ombang gelombang sudah biasa
Keyakinan doa dan kerja
adalah nyanyian abadi nelayan
adalah syair lestari pelaut

2.
Senja Kedua

Para petani membawa air mata
datang menghampiri senja dengan ratapan
Tentang cuaca yang tak pasti
Tentang ladang yang gersang
Tentang kebun hutan yang dicaplok pengusaha tambang, perkebunan, developer dan pemilik pabrik industri
Tentang harga pupuk dan sembako yang mahal
tetapi aneka hasil panen ditawar murah
karena tidak tahu pasar digital milenial

Dan
para petani miskin tidak sendirian
mereka bersama anak istri
yang juga kekurangan gizi
dan banyak anak putus sekolah
Karena kebutuhan sembako lebih banyak impor dari luar negeri dengan semua mafia yang meraup untung
Mereka mengadu kepada senja
dan mau tenggelamkan diri ke samudra
Karena
Tak tahu harus mengadu ke mana
dan minta tolong pada siapa

3.
Senja Ketiga

Kawanan burung camar murung
mereka tak terbang bercengkrama ria
Saksikan tebaran sampah plastik di pantai
Ada sejumlah ikan lemas terhempas ombak
setelah perutnya terbius limbah beracun dan menelan sampah plastik

Banyak margasatwa merana
karena hutan dibakar dan digundul
berubah jadi perkebunan, tambang, pemukiman dan lokasi industri
Semua mengadu pada senja
dan hendak menceburkan diri ke samudra
Kata janji dan pembangunan
adalah mantra sakti mandraguna
oleh mereka yang memegang kuasa dan aturan serta para pemilik modal