| Red-Joss.com | Sehari menjelang perayaan haul wilayah, kutulis catatan pendek ini sebagai tuntunan untuk membuat rekoleksi pribadi, agar dapat menyerap daya rohani St. Antonius, pelindung di wilayah Antonius.
Intinya: haul ini jangan sampai jadi kenangan yang kurang makna.
Kita mengenang seraya berdoa untuk meniru cara hidup Santo Antonius dengan langkah-langkah sebagai berikut:
(1) Antonius adalah santo yang paling banyak mempertobatkan para pengajar sesat. Refleksi: yang tersesat dibimbingnya kembali ke jalan Tuhan. Mungkinkah kesesatan ada di tengah kita? Kesesatan dapat terjadi, jika memimpin ibadat atau renungan tanpa hati dan budi sungguh siap dan tidak bersumber pada Sabda Tuhan. Renungan itu berbeda dengan sharing.
(2). Antonius adalah Santo yang hobinya mendamaikan kota-kota yang bertikai. Refleksi: jiwa St Antonius adalah jiwa persatuan seperti Kristus. Apakah lingkungan di wilayah ini sungguh bersatu dalam memuliakan Tuhan? Jika jiwa tidak bersatu, artinya ‘luweh-luweh’ (cuek) masih mendominasi, itu tandanya belum berjiwa Antonius.
(3). Antonius adalah santo yang juga dikenal sebagai pelindung fakir miskin. Dari sifat Pamannya yang kaya raya dan murah hati, Antonius berkembang jadi sosok muda yang penuh atensi untuk yang ‘kesrakat’, terutama miskin rohaninya. Refleksi: adakah yang miskin rohani di sekitar kita? Kondisi fisik dan ekonomi hambat keleluasaannya bertemu Tuhan. Apa sikap kita?
(4). Antonius juga dikrnal sebagsi penolong untuk menemukan barang-barang yang hilang. Selain hilang materi, kehilangan yang utama adalah kehilangan: kasih sayang, harapan, dan iman Kristiani. Refleksi: adakah yang hilang seperti itu dari antara kita? Sikap kita?
Begitu besarlah kuasa mukjizat yang diberikan Allah kepada St. Antonius, untuk menunjukkan kebesaran Allah dan kemurahan hati-Nya, kepada umat-Nya, dan begitu besarlah kasih St. Antonius kepada Allah.
Santo Antonius, doakanlah kami. Salam Maria 3x. Kemuliaan 1x.
Salam sehat dan selamat berhaul.
…
Jlitheng

