“… they were choosing the places of honor at the table” (Luke 14:7).
…
| Red-Joss.com | Apa yang sudah disediakan itu empuk, nyaman, dan mengangkat status dari pribadi yang bersangkutan?
Sekarang ini, kita mendekati Pesta Demokrasi yang tensinya mulai memanas, dan banyak orang yang membutuhkan panggung. Mereka memoles diri sebaik-baiknya, supaya bisa duduk di Senayan atau di tingkat Walikota, Kabupaten dan Propinsi sebagai anggota DPR dan DPRD. Bahkan jika mampu menjadi Presiden dan Wakil Presiden.
Para calonnya ramah-ramah di masa-masa ini. Semuanya cari panggung, supaya dikenal, menarik, dengan harapan agar dipilih. Karena mereka harus bersaing secara ketat.
Bagi kita sebagai pemilih, agak bingung juga, memilih dari yang sudah dikenal? Memilih, karena tertarik dengan yang diperjuangkan? Memilih, karena sama agamanya? Atau…? Tidak mudah memang, untuk memilih satu saja dan menghantarkan yang dipilih untuk duduk di senayan atau di tingkat Walikota, Kabupaten, Propinsi sebagai anggota DPR dan DPRD. Juga sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
Masih ada pertanyaan lain, setelah dipilih dan benar-benar duduk di sana, masih ingatkah mereka dengan yang memilih? Sebab kursi yang diduduki oleh mereka itu empuk dan nyaman. Biasanya, sih, pada lupa, dan nanti baru disapa lima tahun berikutnya.
Sesungguhnya, itulah realitas di tengah masyarakat kita. Sedang ada tontonan besar. Meskipun peran kita kecil, tapi tidak bisa disepelekan. Karena kita yang menghantar mereka. Kita lihat, siapa yang hendak kita pilih supaya bisa duduk di tempat yang terhormat itu.
Doa kita sederhana saja, supaya yang terpilih nanti tetap rendah hati. Mereka ingat pesan Yesus, “For everyone who exalts himself will be humbled, but the one who humbles himself will be exalted” (Luke 14:11).
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

