| Red-Joss.com | Apa itu militan dan apa artinya militan dalam iman.
Seseorang yang militan tidak kenal kata menyerah. Sesulit apa pun hambatan yang ada akan ditempuhnya demi tercapainya tujuan.
Seseorang yang militan biasanya dilatarbelakangi oleh kesukaan atau kecintaannya terhadap sesuatu. Atau bisa juga karena prinsip-prinsip yang dianutnya. Dalam hal iman, dia dilandasi oleh kecintaan melakukan sesuatu yang menyenangkan hati Tuhan.
Nelson Mandela – seorang militan sejati dari Afrika, mengatakan …. ‘The greatest glory in living lies not in never falling, but in rising every time we fall’. Seseorang dikatakan militan bukan karena tidak pernah gagal dalam hidupnya, tetapi selalu bangkit kembali setiap kali ia jatuh.
Militansi teruji justru, ketika kondisi tidak sedang baik-baik saja. Ibarat nyala pelita dia ‘mobat mabit’, tapi tetap hidup.
Contoh: Pada Perayaan Ekaristi penutupan perayaan bulan rosario di Sanberna sore kemarin, dihadari oleh sedikit saja umat. Kata orang Jawa ‘mamring’. Tak ada koor, tidak ada pemain organ, tapi karunia termahal dari Allah, yakni suara dan mulut, membuat perayaan tetap meriah. Seorang lansia yang masih gagah, dengan suara nyaring memandu lagu-lagu selama Misa. Militansinya sebagai seorang Katolik teruji bukan hanya di sini, tapi dalam ketekunannya untuk terus mengabdi Ibu Gereja lewat apa saja. Katekese, pernah bersama kami di Kerasulan Keluarga. Lansia yang lain tekun sebagai pelayan Ekaristi dan yang lain lagi membantu kelancaran di parkiran. Semua itu demi kenyamanan umat.
Bertolt Brecht mengatakan: “He who fights, can lose. He who doesn’t fight, has already lost.”
Dalam dunia pelayanan, yang disebut militan adalah yang berani terus melayani, walau sudah tahu bisa tidak sukses. Sebaliknya, dia yang tidak pernah terjun dalam melayan, ibarat padi sebutannya padi ‘gabuk’.
Salam sehat berlimpah berkat.
…
Jlitheng

