| Red-Joss.com | Tragis, ada seorang tokoh terbunuh tanpa darah, karena kabar berantai. Terbunuh nama baiknya dan tercekik pertahanan dirinya, karena tak bisa dan tak ada yang membelanya. Ibarat kerbau mati dibunuh Bos sendiri, karena kabar tak pasti. Kerbau adalah simbol sosok jujur, tanpa pamrih, pekerja keras, dan tak pernah iri, apalagi dengki.
Kerbau yang baru pulang dari ladang, merebahkan tubuhnya yang lelah di bawah pohon dengan nafas yang begitu berat.
Ketika berbaring datanglah seekor anjing, sahabatnya. Lantas kerbau itu berkata kepadanya:
“nJing, sobatku, aku lelah nian, kalau boleh besok aku mau istirahat seharian.”
Tak lama lantas anjing itu pergi, dan di tengah jalan bersua dengan kucing, kawan sepermainan masa kecilnya. Lalu, anjing itu bercerita pada kucing, “Tadi aku bertemu kerbau, katanya dia besok mau istirahat dulu. Layaklah, karena Bos kasih dia pekerjaan terlalu berat.”
Tidak lama kucing pun pergi dan jumpa seekor kambing. Ia bercerita padanya, “Kerbau komplain nih, Bosnya kasih pekerjaan terlalu banyak dan berat, besok dia nggak mau kerja lagi.”
Si kambing yang memang suka ngembik berlalu dengan cepat sebelum kucing menyelesaikan ceritanya. Kambing kemudian cerita kepada seekor ayam, “Kerbau nggak senang kerja sama Bos lagi, mungkin dia sudah ada kerjaan yang lebih baik.”
Ketika ayam berjumpa dengan monyet, dia bercerita, “Kata kambing, si kerbau nggak akan kerja lagi untuk Bos dan mau kerja di tempat lain.”
Selanjutnya si monyet, yang memang dekat Bos, menceritakannya kepada Bos, “Bos, si kerbau akhir-akhir ini sudah berubah sifatnya dan akan meninggalkan Bos untuk kerja di Bos yang lain. Padahal Bos tak pernah jahat sama dia. Kerbau itu mbasan mukti banjur lali sama bos.”
Mendengar hasutan monyet itu, Bos itu marah besar dan tanpa ‘check and re-check’ lagi dia langsung menyembelih si kerbau karena dinilai telah berkhianat padanya.
Padahal ucapan asli dari si kerbau, “saya lelah dan besok mau istirahat sehari, kalau boleh.”
Itulah gosip level binatang. ‘Level manusia tidaklah ya…’ Sebab manusia memiliki pikiran kritis dan sanubari luhur. Tambahan lagi, kalau dia beriman, pasti tidak akan bergosip sebab hanya akan menurunkan derajad selevel teman-teman kerbau yang tanpa empati itu.
Salam damai berempati dalam pikiran dan hati.
…
Jlitheng

