“Biarkan sekarang, hamba-Mu ini pergi dengan damai …”
…
| Red-Joss.com | Doa Simeon setelah melihat Yesus, Sang Penyelamat. Penantiannya diberi jawaban oleh Tuhan. Dia ingin pergi dengan damai. Dia tidak menginginkan yang lain. Dia hanya ingin hidup yang damai.
Ada berapa di antara kita yang mempunyai keinginan sama seperti yang dirindukan oleh Simeon, yakni hidup yang damai.
Kadang, jika melihat hidup kita sehari-hari, kerinduan itu jadi terkubur, sebab yang sering kita lihat, penuh dengan pertengkaran, perkelahian, persaingan, permusuhan, gesekan-gesekan, kemarahan, iri hati, dendam, dan banyak pribadi yang mudah tersinggung dan terbakar emosinya. Jadi merasa, hidup damai itu seperti impian.
Memang, harus ada pengendali yang kuat dari dalam diri ini!
Simeon, dalam Injil hari ini, mewakili kerinduan dari setiap kita. Dia tidak pernah berhenti menunggu dengan sabar.
Sang Raja Damai itu benar-benar telah datang. Dia telah melihat Dia dengan mata tuanya. Anugerah besar yang diberikan oleh Tuhan, sehingga dia bisa pergi dengan damai.
Doa Simeon ini telah dibuat menjadi lagu yang indah dengan judul, “Kidung Simeon” dan selalu didoakan pada Doa Penutup – Completorium. Doa ini dimaksudkan supaya setiap hari saat mau tidur, hanya ada damai yang dibawa. Damai itu yang harus tetap dijaga, dipelihara dan memenuhi hidup kita setiap hari.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

