“Never spend your money before you have earned it.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Saat pandemi lalu disusul krisis seperti ini penting untuk kita membatasi diri, bijaksana dalam menghitung pemasukan dan pengeluaran. Keren sih boleh, sosialita itu perlu, tampil rapi dan trendy itu juga kadang tuntutan. Sebelum kita menjadi kalap di akhir tahun, karena tawaran diskon besar-besaran atau cuci gudang, ingat dengan ‘3 P’.
P pertama, perlu nggak sih? ini kebutuhan atau keinginan. Kalau itu kebutuhan kenapa tidak. Kalau itu cuma keinganan, lebih baik kurangi pengeluaran. Pikir baik-baik, jangan sampai kita terlanjur membeli demi memuaskan mata dan rasa, jika akhirnya merana di lemari, dan itu mubasir.
P kedua, punya nggak? Emang benar, jika kita ke mall, toko dan pasar, kadang mata ini tidak bisa di kendalikan. Terpesona yang bikin isi dompet dan kartu kredit menderita. Sebelum membeli, coba diingat-ingat sudah memiliki atau belum. Cek dulu dengan teliti. Banyak di antara kita yang membeli, karena terpesona. Ternyata sampai di rumah sudah mempunyai.
P ketiga, pilihan lain ada nggak? Adakah pilihan lain yang mungkin lebih murah dan ekonomis. Kadang kita tidak harus membeli, menyewa juga bisa. Murah, tapi tetap mewah, ekonomis tapi manis itu tidak apa-apa kok. Memang kualitas itu ditentukan oleh harga. Kalau memang kebutuhan itu yang penting cukup duit, kenapa tidak. Asal ekonomis juga.
Ingat, jika kita bisa menghargai yang kecil, yang lebih besar akan dipercayakan Tuhan dalam hidup kita. Gaji itu bila disyukuri akan menjadi rezeki. Uang yang tidak seberapa, bila dikelola dengan bijaksana itu mempunyai makna. Hal kecil bila dilakukan dengan cinta akan melayakan kita masuk surga.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

