Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.”
(Amsal 11 : 3)
…
| Red-Joss.com | Pernahkah kau seranjang atau juga semeja perjamuan dengan si jujur dan si curang?
Jika sempat dan pernah bersama, apa kesan serta pengalamanmu?
Ada pun sisi keekstreman dari kedua kubu karakter ini akan segera dan seketika tercium aroma wangi juga bau busuknya.
Ternyata, suatu yang baik dan mulia itu, sungguh tidak dapat disembunyikan, dan suatu yang kotor serta busuk pun akan segera tercium tengiknya.
Hal itu pun tergolong hukum alam dan sebagai hukum kehidupan.
Si jujur, ya, si anak emas, dan sang cucu Salomon. Juga si curang, sang cucu iblis laknat.
Faktanya, keduanya akan senantiasa bersanding dan bahkan mungkin juga sempat bersandiwara di dalam diri hidup ini. Kau dan saya diharapkan, agar tidak gampang terkecoh oleh rayuan maut si curang.
Biasanya, kita yang dina papa ini, ternyata sangat mudah diombang-ambingkan oleh bisa godaan manis dari rayuan si curang, lewat bibir manis yang berkhianat.
Tentu, kau sendiri yang lebih mengenal, siapakah sejatinya, dirimu itu. Si jujur, bahkan sering menjadi korban dari keganasan si curang. Karena si curang, memang sungguh lihai memelintir sebuah fakta.
Sedangkan si jujur sejati, lewat keheningan serta kesucian batinnya, akan tetap bersinar dan berkhidmat sejernih ketulusan nuraninya.
Lalu, di manakah kau berada, di antara kepak-kepak sayap keduanya?
…
Kediri,ย 28ย Oktoberย 2023

