“What man among you have one hundred sheep and losing one of them would not leave the ninty-nine in the desert and go after the lost one until he finds it?” (Lk 15:3)
…
| Red-Joss.com | Domba yang hilang itu bukan hanya karena tersesat, tapi ada sebab lain, yaitu tidak pernah disapa, diperhatikan, dan dibiarkan saja. Gembalanya ‘enjoy’ dengan dirinya sendiri, senang dengan itu-itu saja, dan tidak aktif untuk melihat, merasa, dan mencari domba-domba yang hilang. Intinya, domba menantikan sapaan dari gembalanya.
Gembala itu memang sudah dipilih dan dipercaya untuk menggembalakan domba-dombanya yang jumlahnya banyak itu. Jika ada 100 domba dan satu yang hilang itu harus segera dicari. Hilang karena apa? Bisa jadi alasannya seperti disebutkan di atas. Intinya, gembala itu harus peka dengan karunia kegembalaannya.
Gembala dan domba-dombanya itu harus bisa berkomunikasi dengan baik. Jika ada gembala yang tidak bisa mengampuni domba-dombanya, maka akan terpecah-belah hadirnya sebuah komunitas. Atau sebaliknya, domba-dombanya tidak bisa mengampuni para gembalanya, maka muncul perang dingin terus-menerus. Tidak ada kedamaian dan harmoni dalam setiap perjumpaan dan persaudaraan.
Hidup gembala dan domba-domba itu seperti berjalan di padang rumput yang gersang. Rumput tidak hijau. Sedikit air. Tidak ada kesegaran. Intinya, gembala dan domba-domba itu harus bisa berjalan bersama. Ada sikap saling percaya dari kedua belah pihak.
Sesungguhnya, baik yang dipercaya menjadi gembala dan sekarang menjadi domba di tengah Komunitas Kristiani. Milikilah kepekaan untuk bisa merangkul semua. Jangan sampai ada satu pun domba yang hilang, karena tidak pernah disapa, diperhatikan, atau dibiarkan begitu saja. Sebagai gembala yang baik, semestinya kita bisa mengampuni, menyembuhkan luka-luka yang dialami oleh domba-domba yang sedang digembalakan itu. Intinya, gembala dan domba-dombanya itu memiliki kesatuan hati, supaya bisa menumbuhkan benih cinta kasih yang sudah diberikan Sang Gembala Utama, yaitu Yesus Kristus hingga berbuah yang lebat. Selanjutnya buah itu bisa dinikmati bagi dan untuk semua umat.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

