Simply da Flores
…
Katanya Pemilu itu ‘Pesta Demokrasi’
Aneka jenis musik diperdengarkan
Tidak saja musik daerah kita
Namun
lebih banyak musik luar negeri
Disko, pop, country dan rock dari dunia Barat
Reggae dan hip-hop dari Afrika
Rimba dan Cha Cha dari Amerika Latin
Ada musik dan tari kolosal India
Gemulai instrumen China dan Jepang
Dan
tampil pula kreasi musik baru generasi Nusantara
dalam perhelatan pesta demokrasi
Membius pikiran dan kuasai rasa
menggugat kemapanan para pendahulu
Entah siapa pemilik pestanya
Entah siapa pengatur musiknya
Entah energi apa yang merasuk
sehingga beragam gaya tarian
Lenggang lenggok demokrasi
Demokrasi itu indah definisinya
“Kedaulatan ada di tangan rakyat
Kekuasaan berasal dari rakyat
Pemimpin dipilih oleh rakyat
Pemimpin bekerja untuk rakyat”
Tetapi
dalam pesta demokrasi terjadi
Rakyat banyak yang tidak tahu
mengapa ada pesta itu
mengapa ada aneka musik
mengapa tambah banyak partainya
Bagaimana harus menggunakan hak suara
Siapa yang sungguh layak dipilih
karena semua berikan janjinya
karena semua mengaku diri baik
karena semua punya pendidikan
karena semua sebarkan atribut
karena semua datangi warga
entah di kota maupun pelosok
Anehnya…
kursi jabatan jumlahnya terbatas
tetapi yang berebut sekian banyak
Biaya pun terus digelontorkan
oleh para calon legislatif dan eksekutif
Entah dari mana sarana dan dananya
Entah nanti dipilih atau tidak
Tetapi yakin pasti menang
dan semua gaya musik digunakan
hasilkan aneka gaya tarian
dan lenggang lenggok demokrasi
Pesta terus berjalan siang malam
atas nama hak demokrasi
digerakkan energi keyakinan ‘menang’
Pesta demokrasi berlangsung
Aneka musik riuh bergemuruh
Yang memutar musik pun tak kelihatan
tetapi bunyinya gemuruh menggelegar
Entah musik dari calon legislatif
Entah musik dari aneka parpol
Entah musik para tim sukses
Entah musik dari para relawan
Entah musik dari capres-cawapres
Entah musik para pegiat medsos
Entah musik para cerdik pandai
Ataukah musik para pemilik modal
Dan
segenap rakyat bingung membuat pilihan
Apa musik yang diminati dirinya
Apa tarian yang hendak dinikmati
dalam lenggang lenggok Pesta Demokrasi
Ada tanya di tengah pesta demokrasi
Benarkah suara rakyat itu suara Tuhan
Adakah keselamatan rakyat menjadi hukum tertinggi
Apakah pemilu sungguh jurdil
Jujur menurut apa dan siapa
Adil menurut siapa dan untuk siapa
Dan
Adakah demokrasi – kedaulatan rakyat
Ataukah
ini sekedar “tipu-tipu”
Dan
yang penting ada sebuah pesta
dan lengang lenggok demokrasi
bisa menjadi hajatan rutin
Di mana
para pelaku politik dan pemodal
bisa terus perankan bersandiwara
Gonta ganti lakon demi kepentingan
Bisa jadi kawan dan lawan
yang penting bisa menang
dan meraih tahta kekuasaan
dan mendapatkan harta kekayaan
dan menikmati kepuasan selera
…

