“Rest is wait and trust.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Raga kita, jiwa, pikiran, hati, dan seluruh diri kita butuh istirahat. Kita bukan mesin, bahkan mesin juga butuh istirahat. Istirahat itu penting. Saat hidup terasa lelah, capek, dan beban terasa berat dalam hidup beristitahatlah, dan behenti sejenak.
Kita tentu pernah mengalami, sudah tidur semalaman, tapi rasanya masih capek. Itu karena badan memang istirahat, tapi pikiran tidak. Mata terpejam, tapi pikiran, kekhawatiran, hati berkelana entah ke mana. Saat mata terbuka rasa lelah melanda.
‘Rest is trust’. Kita tidak akan sungguh istirahat, bila pikiran, hati dan seluruh diri dikuasai ketakutan, kekhawatiran, beban, dan persoalan. Stop! percaya saja, dan berserah pada Allah, bahwa semuanya akan baik!
‘Rest’, bukan soal diam, tidak berbuat apa-apa, atau tidak ngapa-ngapain. Tapi tetap melakukan aktivitas. Tetap bijak mengatur pikiran dan perasaan. Tetap seimbang mengatur kerja dan istirahat. Tetap mengendalikan apa yang kita makan dan tidak. Tetap balance antara jasmani dan rohani. Tidak perlu takut, cemas, dan khawatir. Ingat rasa khawatir yang dibayangkan itu tidak lebih besar kenyataan.
Ketika kita sering merasa terbebani. Itu karena semuanya dari pikirkan dan kekhawatirkan yang ingin kita kendalikan. Akhirnya kita merasa berjalan sendiri, berjuang, dan ingin menyelesaikan sendiri, hingga akhirnya capek sendiri. Kita bukan bos, kita pekerja. Sadari, bahwa Allah adakah bos kita, dan kita pekerjanya. Pasti Tuhan tahu yang lebih baik. IA mempunyai rencana indah dan tidak mungkin membuat semua itu berantakan.
Percaya dan mengimani Allah membuat beban pikiran ini menjadi lebih ringan. Hati juga tenang dan bahagia.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

