“Menerima itu berkah, memberi dan berbagi itu anugrah.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Jika kita diberkati Tuhan dengan banyak rejeki. Tidak ada salahnya kita mempunyai hati untuk berbagi. Tidak ada ceritanya orang yang berbagi itu hidupnya jadi miskin. Orang tidak akan miskin, karena berbagi. Justru orang yang gemar dan tulus berbagi itu hidupnya semakin diberkati. Rezeki melimpah disediakan Tuhan bagi mereka yang mau berbagi.
Memang tidak ada rumus matematikanya, tidak ada pula formula antara berbagi dan rezeki. Tapi itulah hukum alam. Kalau kita mempunyai dan menjadi kaya, semua itu hanya titipan Tuhan. Bisa jadi, Tuhan menitipkan rezeki bagi banyak orang itu melalui kita.
Tuluslah berbagi dan jangan pelit. Pintu rezeki menjadi sempit, bila kita terlalu pelit. Jangan menunggu, kita mempunyai semua itu baru bahagia. Jangan menunggu kaya materi, kita baru berbagi. Jangan pernah menunda, karena kita keburu mati.
Rezeki menjadi semu, bila kita suka menipu. Kekayaan dan materi akan mendatangkan musibah, bila diperoleh dengan hati serakah. Sekecil apa pun rezeki dan gaji, bila disyukuri, hati terpanggil untuk berbagi.
Hidup itu singkat, hidup itu hanya sementara. Syukuri apa yang Tuhan beri, jalani dengan usaha, doa, dan cinta. Ketika kita berbagi dengan ikhlas dan sukacita, kerajaan surga tidak jauh dari kita.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj.

