“Sulit meyakinkan lalat, kalau bunga itu lebih indah dari sampah.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Ketika menikmati kopi di pagi hari, ada tiga ekor lalat mengerumuni sisa buah busuk. Padahal di dekat sisa buah busuk itu ada bunga anggrek yang cantik.
Sulit memang untuk meyakinkan lalat, bahwa bunga itu lebih indah dari pada sampah. Mudah-mudahan kita juga tidak seperti lalat yang hanya mendekat kepada sampah, tapi tidak pernah melihat ada bunga di sekitarnya.
Begitu juga saat kita berbuat baik, tentu ada orang yang menyanjung, menyalahkan, atau nyinyir. Jangan bangga dan sombong dengan sanjungan. Kita pun jangan berkecil hati, saat menerima cacian atau dinyinyiri.
Orang Jawa bilang “urip iku wang sinawang – hidup itu jangan membandingkan, apa yang terlihat enak belum tentu. Kadang kita memandang orang lain lebih enak. Sementara orang lain memandang kita, jauh lebih enak. Konsepnya jangan melihat orang lain apalagi membandingkan. Karena yang kita lihat belum tentu enak. Selalu bersabar dan mudah bersyukur dalam hidup ini. Sabar, kalau rezeki belum datang. Bersyukur saat rezeki subur. Menerima apa pun yang diberikan Tuhan dengan syukur, hidup kita akan bahagia.
Selalu sadar diri dan ingat, bahwa pikiran kita terbatas, tapi rencana Tuhan tanpa batas. Jadi jangan membatasi doa kita menggunakan pikiran kita. Karena kadang yang mustahil bagi kita, bagi Tuhan tidak mustahil. Tugas kita bersujud, menyembah, dan memohon. Sisanya Tuhan yang turun tangan.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

