| Red-Joss.com | Sehat itu murah. Yang mahal itu, kalau sakit.
Ketika sehat, nasi putih pun terasa nikmat dan air putih itumenyegarkan.
Ketika sakit, biaya pengobatan mahal. Yang terdampak itu tidak hanya fisik, tapi juga mental, yakni pikiran dan hatinya. Pikiran mudah kalut, hati mudah cemas, lelah, hilang energi, dan lebih jauh lagi mudah hilang harapan. Makan terasa tidak enak, tidur pun tidak nyenyak, karena selalu gelisah.
Sehat dan sakit itu juga memiliki dimensi rohani. Menarik, ketika kita melihat, bahwa sakit itu sebagai cahaya Tuhan.
Kisahnya demikian: Tahun 2017 seseorang divonis terkena kanker. Gelap dan hidup seperti diambang akhir. Setelah operasi, banyak waktunya berada dalam sujud memohon sembuh. Tekun sekali mohon bantuan Santo Peregrinus dan Bunda Maria, agar kesehatan itu kembali dalam hidupnya .
Tuhan menjawab doanya dan memberinya karunia melebihi yang diharap, yakni rasa bahagia dalam doa dan Ekaristi Kudus.
Sehat itu rahmat dan sakit dapat menjadi tongkat pengingat, bahwa Tuhanlah Sang Penyembuh Sejati. “Ya Tuhan, aku tidak pantas Engkau datang kepada saya. Tapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh.”
Salam sehat berlimpah berkat. Jangan jemu berbagi cahaya.
…
Jlitheng

