“Tinggallah bersama kami, waktu sudah senja.”
…
| Red-Joss.com | Undangan dari dua murid yang mau pergi ke Emaus untuk Tuhan Yesus yang bangkit.
Tinggal bersama dengan Tuhan itu menyenangkan, menentramkan, dan membahagiakan.
Tinggal bersama dengan Tuhan itu selalu menjadi momen istimewa, karena waktu semacam ini amat mahal.
Apakah ada pribadi yg hidupnya tidak mau disertai Tuhan?
Sederhananya begini, adakah pribadi yang memulai harinya tidak berdoa dulu? Bahkan membuat tanda salib pun tidak sempat (mungkin orang yang super sibuk atau ‘super man’, yang merasa tidak membutuhkan pertolongan Tuhan).
Adakah pribadi yang memang tidak nyaman, jika hidupnya disertai oleh Tuhan. Pinginnya sekali-kali Tuhan absen. Sehingga, maaf, supaya kita nyaman, ketika melakukan sesuatu yang tidak berkenan di mata Tuhan. Tapi hati-hati, karena sekali berbuat jahat, kita bisa kebablasan atau ketagihan. Akibatnya, tentu akan mendatangkan hal-hal yang buruk bagi kita. Dosa kok dipelihara! Kalau sudah besar, kita yang repot, dipenuhi sesal, dan berbeban berat.
Sesungguhnya, lebih baik dan menguntungkan itu, jika kita hidup dalam penyertaan Tuhan!
Untuk itu, bukalah hati dan undang Tuhan untuk tinggal dalam hidup kita. Menyertai kita, keluarga, dan pekerjaan-pekerjaan kita.
Sekarang kita tentu mengerti dan memahami, bahwa “Tinggal bersama dengan Tuhan itu menyenangkan, menentramkan, menguatkan, dan menjadi momen yang istimewa.”
Jika hal itu menjadi harapan kita, sampaikan permohonan itu kepada Tuhan Yesus yang bangkit, supaya Tuhan berkenan tinggal bersama kita dan keluarga. Sehingga keluarga kita selalu dikobarkan dengan semangat kebangkitan Tuhan Yesus (khususnya untuk keluarga-keluarga yang sedang menghadapi persoalan berat, mintalah pertolongan dan penyertaan Tuhan). Amin.”
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

