Simply da Flores
…
Aku suka merawat tanaman
aku memelihara bunga-bunga
karena suka dan merasa bangga
pada hijaunya harapan alam
pada warna-warni kembang makna
pada ketulusan nurani kodrati
Mereka bicara dan menulis
dengan bahasa alam raya
Mereka merajut dan menari
dengan gerakan angin jagat
Mereka bercerita dan melukis
dengan tinta dan cat langit
Mereka tersenyum dan berdoa
dalam ritual penuh misteri
Aku belajar pada alam
Aku dilatih sahabatku tanaman
Aku diajar guruku bunga-bunga
Ternyata
mereka membentuk jemari jiwaku
agar kuat merangkai amal
Mereka menopang langkah sanubariku
agar berjalan membagi makna
Mereka mendandani sosok diriku
agar miliki keindahan hakiki
Aku belajar siang malam
mereka adalah para guru yang bijaksana
Barisan para guru kehidupanku
telah membuat aku tak berdaya
Suka, senang, simpati, dan cinta
Aku tak berdaya tanpa mereka
Aku sudah tergantung pada mereka semua
Aku justru dihidupkan mereka
Aku dan pribadiku diasuh mereka
Agar terus ada dan menjadi
Agar selalu hijau segar berseri
Agar bisa indah dan mempesona
Agar mampu harum mewangi
Karena selalu harus bersyukur
merajut suka duka kehidupan
Karena melihat dengan mata semesta
Karena berjuang menjadi berkah
Karena berlatih tidak mengeluh
Karena terdorong terus berbagi
dalam senyum sapa kata bijak
Karena rela berkorban berbagi kasih
Para guru bijak mengajarku
Menenun nafas dengan selalu sujud berdoa
Merajut aliran desir darah
dengan jemari kasih sayang tulus ikhlas
Memeluk samudra luas nirmala
dengan tangan kerendahan hati
Merenda angkasa langit biru
dengan jejak amal bakti
Dalam alunan irama roda waktu Ilahi
Dari tanaman dan bunga-bunga
aku diajar bersahabat dengan air mata duka lara
Aku dilatih bersahabat dengan lelah derita
Aku dipertemukan dengan pesona indah kematian
Aku dibiasakan menyanyi lagu makna sejati
bahwa kebahagiaan hakiki adalah memberi dan berbagi
bukan menimbun dan memperkaya diriku
Aku terus diingatkan tetap sadar
telapak kakiku dipangku debu tanah
dan nanti kembali ke rahim bumi
Aku dituntun bisa melihat gulita
sambil menutup mata menghirup nafas
Aku diantar ke pelataran angkasa
untuk menghitung bintang dan memeluk purnama
Aku diharuskan terus bekerja
memanen cahaya mentari Ilahi
dan membagikan kepada sesama saudara
Aku kagum dan bersyukur
pada para guru kehidupan
Semua tanamanku dan bunga-bunga
yang sematkan amanah semesta
pada taman jiwa ragaku
“Dirimu percikan cahaya Ilahi
Pribadimu amanah Sang Pencipta
Jadilah tetap indah mempesona
Di tengah sesama saudaramu
karena kalian satu dan sama
Satu pribadi dan sama manusia
Satu udara Ilahi yang dihirup
Satu darah Pencipta yang berdesir
Satu dan sama asalnya
Satu dan sama tujuannya”
Padamu tanaman dan bungaku
Terimalah kagum dan banggaku
Tetaplah menjadi guru kehidupanku
Karena
Aku akan terus menanam dan merawatmu
Aku tetap belajar menjadi muridmu
Aku selalu mengasihi dan mencintai
Aku mau terus melangkah bernyanyi
Aku mau selalu bergerak menjadi
“Aku mau jadi bunga semesta
hasilkan kembang warna-warni
tebarkan aroma harum mewangi
Agar sesama saudara damai
dan senyum yang Sang Ilahi bersemi”
…

