Simply da Flores
…
Dinamika langkah nafas bergulat
mengejar putaran roda waktu
berlari penuh energi lestari
Lahirkan jutaan hari-hari
pada lembar sejarah insani
Yang beranak-pinak silih berganti
menciptakan aneka kisah pelangi
Pada lembaran halaman angin
Pada catatan buku debu tanah
Pada tembok langit angkasa
Pada tirai cahaya terang gelap
dengan kata aneka bahasa
jemari rindu damba manusia
Manusia tersenyum dan meratap
Setiap pribadi alami suka duka
tergilas roda waktu berderap
karena tak mampu hentikan damba
karena tak habis rindukan makna
dari kebutuhan jiwa raga
dengan sejuta fakta tanya
Antara kebutuhan dan kemampuan
Antara harapan dan kenyataan
Antara kepastian dan impian
Antara kehidupan dan kematian
Yang dipentaskan wajah perubahan
dalam setiap detik pengalaman
Roda zaman terus berputar
Tak peduli manusia menyadari
Tak peduli pribadi memberi arti
Tak hiraukan suka duka insani
Tak tergantung damba sanubari
Tak mengikuti selera pribadi
Dan
sudah berputar abadi lestari
oleh getar jemari Sang Ilahi
Pemilik roda waktu misteri
Pencipta segenap semesta ini
termasuk kita seluruh generasi
yang menghuni debu tanah bumi
Ketika sejenak hening menyendiri
Saksikan derap waktu berlari
Menelisik langkah kaki pribadi
hasilkan jejak tapak makna arti
Membaca ayat tulisan jemari
patrikan aneka karya bakti
Mendengarkan syair bisikan lidah
tentang semua salah khilaf
Lalu
aku makin kagum terpesona
bahwa
Sejatinya diriku hanya setitik debu
di bawah derap roda waktu
Hakikatnya pribadiku istimewa
bisa mengagumi irama waktu
dengan desah lagi nafas
dan melodi indah desir darah
di tengah musik alam jagat
Dalam irama roda waktu
“Aku satu nada pada lagu semesta
Aku satu huruf dalam syair jagat raya
Barpadu dalam musik pencipta
Bergema senandungkan tanya
Mengalun nyanyikan jawaban
Silih berganti tak bertepi
oleh Sang Seniman Ilahi”
…

