“Dalam kesedihan tidak ada sukacita. Dalam sukacita ada kasih dan berkat.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Hidup tidak selalu di atas, kadang juga di bawah, bahkan mengalami keterpurukan. Itulah roda kehidupan.
Bila mengalami situasi terpuruk katakan 5 hal ini:
Pertama, “this is tough but si am I.” Hidup itu memang tidak mudah. Hal-hal yang kita alami saat ini mungkin tidak mudah. Ingat tidak berarti, kita pasrah dan menyerah. Hidup ini harus tangguh, begitu juga dengan kita. Meski masalah yang sedang dialami besar. Tapi kita perlu tahu, bahwa kekuatan yang ada di dalam diri kita jauh lebih besar.
Coba diingat-ingat telah berapa banyak tantangan, rintangan yang sudah kita lewati dalam hidup ini. Kita tidak akan tahu seberapa kuatnya kita, sampai dihadapkan pada sebuah situasi yang mengharuskan kita menjadi sosok kuat itu. “You are stronger, than you think you are.”
Kedua, “I might not be able to control the situation but I am in change of how I respond.” Orang sukses adalah orang yang berhasil melewati masa-masa pahit yang dihadapi; kegagalan, kerugian, musibah, ditertawakan, dihina, disakiti, dan dihianati. Situasi bisa berubah bergantung bagaimana kita menyikapinya. Kita tidak bisa mengendalikan keadaan, tapi kita bisa mengendalikan respon kita. Respon kita akan menentukan hasil yang akan kita dapatkan. Satu pilihan bisa mengendalikan keadaan, satu keputusan bisa menentukan masa depan.
Ketiga, “I haven’t figured this out yet.” Jangan bilang saya tidak tahu, tapi saya belum tahu. Jangan bilang saya tidak bisa, tapi saya belum bisa. Saat ini kita mungkin belum mencapai target itu. Penghasilan yang cukup, saat ini mungkin belum bisa lulus dengan maksimal, tapi semua itu bisa saja terjadi. Kalau bukan sekarang, mungkin sebentar lagi. Orang berhasil itu tidak semuanya pintar, tapi punya rasa penasaran dan ingin tahu yang tinggai. Saat ini belum, mungkin sebentar lagi. Cari tahu, coba lagi, belajar lagi coba lagi. Selalu ada cara untuk yang mau berusaha.
Keempat, “this challenge is here to teach me.” Keadaan ini, tantangan, kegagalan ini ada untuk mengajarkan kita. Saat sekolah dan kuliah, yang menentukan naik kelas dan lulus adalah ujian. Kalau di dunia pendidikan kita belajar untuk ujian. Dalam kehidupan ini justru ujianlah yang akan membuat kita belajar. Semua tantangan itu hadir untuk sebuah pembelajaran. Kalau kita bisa menghadapi dengan baik satu tingkat akan membuat kita naik. Kalau saat ini kita menghadapi ujian bersabarlah, ini ujian! Harap bersabar ini pembelajaran.
Kelima, “all I need to do is take one step at a time and do the next right thing.” Yang sekarang perlu kita lakukan adalah tarik nafas dalam lalu hembuskan perlahan dan ulangi berkali-kali sampai merasa tenang. Sehingga kita mampu berpikir jernih, dan sebaliknya kepanikan akan membuat keadaan semakin runyam dan berantakan. Tenang dan ambil langkah kecil. Pelan tidak apa-apa asal terus maju. Lakukan apa yang harus dilakukan. Selangkah demi selangkah. Pelahan tapi pasti, keadaan kita pasti semakin baik.
Jadilah tangguh!
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

