Penyambutan

Dua orang Bapak sudah berteman sejak masih muda dan sampai berusia di atas 50 tahun mereka tetap berteman dan bekerja di tempat yang sama. Pada suatu kesempatan makan siang bersama, mereka bercerita tentang istrinya masing-masing. Yang satu berkata, bahwa ia sangat menyukai istrinya, khususnya ketika kembali dari kerja, istri itu sudah menyediakan jus favoritnya. Mereka minum berdua dan bercerita tentang pertumbuhan anak-anak mereka.

Yang lain berkata, bahwa ia sangat menyukai istrinya, khususnya ketika kembali dari kerja, ia sudah menunggu dengan senyum yang hangat. Air hangat sudah siap untuk melap wajah, kaki dan tangan, sehingga ia mendapatkan kembali kesegaran.

Kedua laki-laki ini bahagia dengan kehidupan keluarga mereka, dan yang istimewa ialah istrinya menyambut dengan sangat spesial suami yang kembali dari kerja. Kebahagiaan itu sungguh menguatkan mereka.

Dua contoh tentang penyambutan ini mewakili perbuatan dalam menyambut dan menerima orang atau barang yang baik dan berguna. Tentu saja penyambutan seperti ini sangat berbeda dengan menyambut lawan atau musuh, protes, kritik, penghinaan, candaan atau kutukan. Karunia atau pemberian yang baik dan berguna akan menjadi semakin berkualitas, kalau disambut atau diterima dengan baik pula. Misalnya nasihat yang bijak akan menjadi indah sekali, ketika diterima dengan baik untuk dijalankan sesuai maksud nasihat itu.

Dalam relasi kita dengan Tuhan, Dialah yang pertama berinisiatif untuk datang kepada kita melalui berbagai macam tanda dan peristiwa. Tujuan Tuhan yang baik dan selalu berguna bagi kita. Kedatangan-Nya yang paling utama dari semua yang pernah ada ialah Putra-Nya, Yesus Kristus yang telah datang ke dalam dunia. Roh Tuhan yang menyertai kita sepanjang masa di dunia ini datang kepada kita dalam setiap waktu dan tempat. Kita yang harus memiliki sikap iman yang benar, yaitu peka, waspada dan penuh kesiap-sediaan untuk menyambut Dia. Kedatangan-Nya memang sesuai kehendak-Nya.

Kehendak-Nya untuk datang menemui dan memberikan kita tanda keselamatan adalah sepenuhnya dari kehendak-Nya. Tidak ada satu manusia pun yang dapat memprediksi bahkan mengontrolnya. Hanya satu syarat yang harus dipenuhi, ialah keadaan kita yang siap dan penuh sukacita untuk menyambut-Nya. Ini adalah pesan firman Tuhan bagi kita. Melalui sikap para perempuan yang bijaksana itu menjadi contohnya. Kitab Kebijaksanaan menggambarkan, Tuhan yang sedang duduk di pintu kita, sehingga kita tinggal menyambut-Nya. Penyambutan ini adalah antisipasi bagi kita nanti di dalam Surga oleh Tuhan Yesus Kristus.

“Ya, Bapa, buatlah kami selalu siap setiap saat dan bersukacita untuk menyambut kedatangan-Mu. Amin.”

(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)