Perlombaan Kata dan Jari Tunjuk

Mosaik Serpihan Kelana -98
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores


1.

Biasanyaa dalam perlombaan ada wasitnya
Ada juga aturan dan peserta lombanya
Tetapi…
Zaman telah memberi panggung dunia maya
maka lahir juga perlombaan tanpa wasit
maka hadir lagi perlombaan tanpa aturan
Karena peserta lomba juga menjadi wasit bagi sesama peserta
Karena aturannya adalah selera dan kata “pokoknya”
Itulah “perlombaan jari tunjuk”
dengan kata dan gambar sesuai selera pelakunya
dengan kemenangan sesuai kepentingan setiap peserta
Mungkin terasa aneh tetapi nyata
segalanya bisa terjadi di dunia maya

2.

Ada dua pribadi saling menunjukan jari
Aneka kata emosi dan caci maki terjadi
Semua keburukan dibongkar dan ditelanjangi
Bahkan saling ancam dan mau saling membunuh
entah karena perebutan harta benda
entah karena kesepakatan bisnis telah dilanggar
entah karena putus cinta dan perselingkuhan
entah hanya demi konten sosial media untuk mencari cuan
Kemarin begitu harmonis dan mesra
Hari ini telah berubah faktanya
Tak tahu …
Entah mengapa dan untuk apa
Entah yang kalah dan menang siapa?

3.

Ada lagi antara tokoh agama dan pengikutnya berlomba saling menunjuk jari
Atas nama Sang Ilahi yang disembahnya
Atas dasar kebenaran ajaran Kitab Sucinya
Atas rujukan tradisi dan tokoh panutannya
Sesuai keyakinan pribadi dan gelar sekolahnya
Sesuai selera dan gengsi diri pribadinya
Dan terasa menarik…
Masing-masing yaqin menjadi pemenang
karena kebenaran adalah milik pribadi atau kelompoknya
Kontennya sering viral di sosial media
Iman dan agama kepercayaan telah bermetamorfosa
Oleh pribadi pemiliknya yang kreatif dan inovatif
Mungkin karena kebebasan dan didukung sarana teknologi digital

4.

Di negeri ini juga merebak Perlombaan Jari Tunjuk
Misalnya tentang ijazah palsu Jokowi dan Gibran
Masing-masing pihak saling menunjuk jari
setelah ada aksi di lapangan dengan demonstrasi
sesudah ada tindakan hukum ke pengadilan
Maka viral di sosial media akan saling tunjuk
Entah dengan argumentasi ilmiah dan bukti
Entah dengan ragam argumentasi dan ekspresi emosi
Entah dengan kreasi konten dan narasi
Bahkan tak kurang kata kasar dan caci maki
dari berbagai sosok demi mempertahankn kebenarannya
Tak tahu untuk kepentingan apa dan siapa
Tetapi…
para pihak selalu tampil yaqin benar dan pasti menang
Jutaan rakyat yang sederhana terus galau diam merana tak berdaya

5.

Perlombaan Jari Telunjuk terus berkobar
seperti kebakaran lahan dan hutan di tanah air
Bukan saja kasus ijazah terjadi
tetapi juga soal program pembanguan dari pemerintah seperti kasus PSN, MBG dan KDMP
ada lagi deretan kasus korupsi dan penegakkan hukum lainnya
Dan…
Sekarang heboh kasus baru soal “penyadapan karet”
kepada Presiden di istana negara, politisi dan lainnya
Bahkan diduga dilakukan mantan petinggi kepolisian
yang adalah alat penegak hukum negara
Kembali ada tanya bangsa yang terus menggema
Untuk Perlombaan Tunjuk Jari itu
rakyat sahaja dan anak bangsa di negeri ini akan mendapat apa?