Menggunakan Harta Duniawi Demi Nilai Kekal

“Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi” (Luk 16: 9).

Di tengah berbagai kesibukan dan tuntutan hidup, Yesus mengingatkan, bahwa harta duniawi hanyalah titipan yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Uang, kekayaan, dan segala berkat yang dimiliki itu bukanlah tujuan akhir hidup, melainkan sarana untuk melayani Tuhan dan menghadirkan kasih-Nya kepada sesama. Melalui semuanya itu, kita dipanggil untuk berbuat baik, menolong yang membutuhkan, dan membangun relasi yang berlandaskan kasih, sehingga hidup kita menghasilkan buah yang bernilai kekal.

Tuhan menghendaki agar setiap berkat yang kita terima dikelola dengan bijaksana, jujur, dan penuh tanggung jawab. Kesetiaan dalam mengelola hal-hal yang kecil menunjukkan hati yang dapat dipercaya. Ketika kita setia menggunakan segala yang dipercayakan Tuhan demi kebaikan, kita sedang mempersiapkan diri untuk menerima harta yang sejati, yaitu berkat yang berasal dari Allah dan kehidupan kekal bersama-Nya.

Marilah kita menggunakan setiap berkat yang Tuhan anugerahkan sebagai kesempatan untuk mengasihi, berbagi, dan melayani. Dengan demikian, harta duniawi tidak mengikat hati kita, tapi menjadi sarana untuk mewujudkan kasih Allah.

Sr. M. Loraine, P. Karm

Sabtu, 07 November 2026
Flp 4: 10-19; Mzm 112: 1-2.5-6.8-9; Luk 16: 9-15

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com