Membuang Kebiasaan Buruk

Di sebuah desa, ada seorang anak laki-laki yang memiliki kebiasaan yang buruk dan nakal. Suatu hari Ayahnya mengajak berjalan-jalan ke hutan. Sang Ayah berkata, ”Cobalah kamu cabut pohon kecil itu, Nak…”
Anak itu mencabut pohon kecil itu hanya dengan 1 tangan.
“Sekarang coba kamu cabut pohon yang agak besar itu…”
Kali ini anak itu mencabut pohon dengan kedua tangannya, karena ukuran pohon itu agak besar dan akarnya sudah tertancap di tanah.
Tidak lama kemudian, sang Ayah menunjuk sebuah pohon yang sangat besar, ”Sekarang kamu cabut pohon besar itu, Nak.”
Anak itu spontan menjawab, ”Tidak bisa Ayah, pohon itu harus di tebang dengan kapak atau gergaji.”
“Benar katamu,” jawab Sang Ayah
Demikian juga dengan kebiasaan.
Ketika masih kecil, mudah di hilangkan seperti pohon kecil yang belum berakar. Tapi kalau sudah agak lama dibiarkan, dibutuhkan usaha yang lebih untuk menghilangkannya, karena sudah berakar.
Sedangkan kebiasaan yang sudah mendarah daging itu akan sulit dihilangkan. Kita semestinya belajar untuk membuang hal-hal yang buruk, dan jangan membiasakan melakukan kebiasaan yang tidak baik.
Kita bisa dan mudah menilai kebiasaan buruk orang lain, padahal kita sendiri mungkin juga memiliki kebiasaan buruk yang mungkin tidak disadari. Karena itu kita harus terus-menerus mawas diri dengan kebiasaan buruk dan negatif untuk segera diperbaiki. Jangan sampai berakar kuat dan mendarah daging, dan akhirnya merugikan kita di masa depan.
Perluas wawasan, perkaya pikiran, dan ubahlah perilaku kita menjadi positif. Biasakanlah diri ini untuk melakukan yang terbaik. Milikilah mental dan karakter yang positif, sebab itulah penentu hidup kita di masa depan.
“Yaitu, bahwa kamu berhubung dengan kehidupan yang dahulu, dan harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya” (Efesus 4: 22-24).
Semangat beraktivitas. Salam 52.
Tuhan memberkati.
Rm Agustinus Malo, CSsR
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.