Dunia Tidak Sepi dari Kekhawatiran

Di sebuah toko tas terdapat bermacam-macam jenis tas dengan nama dan merk yang berbeda. Pada suatu kesempatan, seorang gadis remaja hendak membeli tas. Ada banyak jenis ransel yang dia sukai dengan tulisan menarik melekat pada setiap ransel. Ia lalu menjatuhkan pilihan dan membelinya. Sesampai di rumah ia merasa tidak puas dengan ransel itu, sehingga ia kembali dan menukarnya dengan ransel yang lain.

Keesokan harinya ia kembali lagi ke toko yang sama untuk menukarnya lagi karena tas yang sebelumnya tidak memberinya rasa nyaman. Ia kembali ke toko itu untuk kali yang kelima, tapi pelayan toko itu tidak melayani lagi. Pelayan itu menegurnya, katanya: “Matikan dulu kekhawatiran dan rasa tidak nyamanmu, setelah itu baru kamu belanja di sini.”

Teguran ini seharusnya juga berlaku bagi kita di dunia ini, mengingat kekhawatiran menyerang siapa saja dan tanpa pandang bulu. Jika kita dipenuhi kekhawatiran, takut dan rasa tidak nyaman, sesungguhnya dunia ini dan lingkungan sekitar adalah musuh kita.

Dalam Injil (Luk 16: 9-15), Tuhan Yesus menguraikan, bagaimana pengaruh segala kepentingan dunia ini sangat mengancam rasa aman dan damai kita. Semua kepentingan sementara dan yang mengejar kita tanpa henti, supaya kita condong kepadanya dan memilikinya. Semua itu dinamakan mamon.

Kita diminta Yesus untuk senantiasa pandai mengurusi atau menata barang dan harta duniawi. Kualitas kita teruji di sana, yang menurut Yesus adalah urusan perkara-perkara kecil. Kita sering khawatir akan hari esok, apakah barang dan harta masih akan tetap mendukung kita, untuk menguji kesempatan, keuletan, ketahanan, dan pengharapan kita. Jika kita dapat melewatinya dan memberikan hasil positif serta berguna bagi hidup kita di dunia ini, Tuhan Allah berkenan mempercayakan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar kepada kita.

Santo Paulus menggambarkan tentang dirinya tidak khawatir akan jalan hidupnya bersama Kristus dan keterikatan pada segala kebutuhan dunia. Ia tidak gelisah dan dipusingkan oleh kenyang atau lapar, kekurangan atau kelimpahan, memiliki atau tidak memiliki. Yang ia alami ialah hanya satu: hidup dalam terang Yesus Kristus yang pas, cukup, dan dinikmati dengan sukacita. Singkatnya, Ia dapat mengurusi segala hal tentang mamon dengan baik dan positif. Hal ini contoh bagi kita yang wajib mengurusi dunia ini untuk menjadi baik dan nyaman dihuni. Sehingga Tuhan akan melipatgandakan berkat-Nya kepada kita, khususnya disediakan-Nya harta surgawi yang menuntut lebih besar tanggung jawab kita.

“Ya, Tuhan Yesus Kristus, terangilah selalu budi dan hati kami untuk dapat menghadirkan kebaikan dan kebenaran di dalam hidup ini. Amin.”

(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)