Dalam Pemeliharaan Allah nan Indah

Paulus bersyukur atas kemurahan hati jemaat Filipi yang mendukung pelayanannya. Ia belajar merasa cukup dalam segala keadaan dan selalu bersyukur atas kebaikan orang-orang di sekitar. Hal ini mengajarkan kita untuk percaya pada pemeliharaan Allah dan berbagi dengan sesama tanpa mengharapkan balasan. Dalam komunitas, kemurahan hati itu mempererat ikatan kasih, mempertebal iman akan Allah Sang Pemelihara. 

Dalam Injil (Luk 16: 9-15), Yesus memberikan ajaran tentang penggunaan kekayaan duniawi. Ia mendorong para murid untuk menggunakan harta benda dengan bijaksana, yaitu untuk tujuan yang baik dan mulia. Sehingga ketika harta itu habis, mereka akan diterima di tempat tinggal yang kekal. Yesus menegaskan, bahwa seseorang tidak dapat melayani dua Tuan sekaligus; ia tidak dapat melayani Allah dan mamon (uang) pada saat yang sama. 

Semoga kita tidak sama seperti orang-orang Farisi yang dikecam Yesus, yang tampak saleh di depan manusia, tapi hati mereka penuh dengan cinta akan uang, padahal Tuhan mengetahui isi hati manusia.

“Tuhan, ajar kami mengelola anugerah-Mu dengan murah hati agar komunitas kami dipenuhi kasih dan kesetiaan pada-Mu. Amin.”

Ziarah Batin