Menghayati Iman dan Teguh Hati

Kita diajak untuk merenungkan cara hidup sebagai pengikut Kristus di tengah dunia yang penuh tantangan. Paulus mengingatkan kita untuk meneladan mereka yang hidup sesuai Injil, bukan mengikuti hawa nafsu duniawi. Ia menegaskan, bahwa kewargaan kita ada di Surga, sehingga kita harus hidup dengan tujuan yang lebih tinggi, menghayati iman dengan teguh di tengah godaan dunia.
Dalam Injil, Yesus menceritakan perumpamaan tentang bendahara yang cerdik. Meski tidak jujur, bendahara ini bertindak bijaksana dengan mempersiapkan masa depannya. Yesus mengajak kita belajar dari kecerdikan ini, menggunakan sumber daya yang kita miliki (waktu, talenta, dan harta milik), untuk membangun Kerajaan Allah. Kita diajak cerdik dalam iman, memanfaatkan setiap kesempatan untuk berbuat baik dan mempersiapkan hidup kekal, bukan hanya mengejar keuntungan duniawi. Kita perlu menata hidup dengan bijaksana, memprioritaskan apa yang, lewat proses ‘discernment’, kita pahami sebagai kehendak Allah.
Tuhan, bimbinglah kami untuk hidup bijaksana sesuai kehendak-Mu. Kuatkan iman kami untuk setia menanti janji-Mu. Amin.
Ziarah Batin
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.