Bijaksana dalam Menggunakan Kesempatan

“Lalu Tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang” (Luk 16: 8).

Injil (Luk 16: 1-8) mengajak kita untuk melihat seorang Bendahara yang tidak jujur. Ia tiba-tiba harus berhadapan dengan kenyataan, bahwa pekerjaannya akan berakhir. Selama ini ia dipercaya untuk mengatur milik orang lain, tapi kini semua itu akan berakhir. Menariknya, ketika ia menyadari, bahwa waktunya hampir habis, ia tidak bertanya: “Apa yang sudah aku miliki?” Tapi “Apa yang harus aku perbuat?” Kesadaran, bahwa waktunya terbatas membuatnya segera bertindak.

Yesus mengajak kita menyadari, bahwa waktu hidup kita juga terbatas. Kita semua sedang menuju sebuah ‘akhir’. Pertanyaan penting bagi kita adalah: bukankah kita juga seorang bendahara? Kita dipanggil untuk bertanya, “Apa yang harus aku perbuat?”

Sering kali kita hidup seolah-olah waktu adalah milik kita sendiri dan masih tersedia begitu banyak. Padahal, kita bukan pemilik mutlak kehidupan. Waktu, uang, jabatan, relasi, dan orang-orang di sekitar kita adalah kepercayaan Tuhan. Suatu hari, kita akan diminta mempertanggungjawabkan semuanya.

Jika anak-anak dunia begitu serius memikirkan masa depan yang sementara, mengapa anak-anak terang justru sering kurang kesungguhan hati mempersiapkan kehidupan yang kekal?

Sr. M. Floriana, P. Karm

Jumat, 06 November 2026
Flp 3: 17- 4:1; Mzm 122: 1-5; Luk 16: 1-8

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com