Seluruh Surga Bersukacita, ketika Satu jiwa Kembali kepada Allah

“Kita berharga di mata Allah bukan karena kita telah berjasa, melainkan karena kita adalah milik-Nya. Ketika kita kembali kepada-Nya, seluruh Surga bersukacita.“
Allah yang Maha Rahim,
Dalam Injil, Yesus menerima para pemungut cukai dan orang-orang berdosa yang datang untuk mendengarkan-Nya. Tapi orang-orang Farisi dan ahli Taurat justru bersungut-sungut, karena Ia menerima orang berdosa dan makan bersama mereka. Yesus menjawab mereka dengan perumpamaan tentang domba yang hilang dan dirham yang hilang, untuk mengungkapkan betapa besar sukacita-Mu, ketika seorang berdosa kembali kepada-Mu.
Bapa, sungguh luar biasa kasih-Mu! Siapakah yang rela meninggalkan sembilan puluh sembilan ekor domba untuk mencari satu yang tersesat? Siapakah yang menyalakan pelita, menyapu rumah, dan mencari dengan cermat satu dirham yang hilang? Faktanya Engkau sungguh mengasihi kami. Engkau tidak membiarkan kami, ketika menjauh. Dengan sabar Engkau mencari kami, sebab setiap jiwa berharga di mata-Mu. Seperti diungkapkan St. Katarina dari Siena, Engkau adalah ‘pazzo d’amore’, Allah yang begitu mengasihi kami, seolah-olah setiap orang adalah satu-satunya yang Engkau kasihi di dunia ini.
St. Paulus menganggap segala sesuatu yang dahulu menjadi kebanggaannya sebagai kerugian dibandingkan dengan kemuliaan mengenal Kristus Yesus. Memang, tidak ada yang lebih berharga daripada menjadi milik-Nya. Pemazmur mengajak kita untuk senantiasa mencari wajah Tuhan, sebab sukacita sejati bukan terletak pada yang kita miliki, melainkan pada hidup dalam hadirat-Nya.
Bapa, jangan biarkan kami menyia-nyiakan kerahiman-Mu. Ketika kami jatuh, berilah kami kerendahan hati untuk kembali. Ketika orang lain tersesat, ajarlah kami merangkul mereka, bukan menghakimi. Jadikanlah kami pembawa kerahiman yang sama, yang telah menemukan kami dan membawanya pulang.
Ketika kami menerima Yesus dalam Ekaristi, jangan biarkan kami menganggap kehadiran-Nya sebagai sesuatu yang biasa. Dialah Gembala Baik yang mencari kami, Juru Selamat yang memulihkan kami, dan Roti Hidup yang mempersatukan kami dengan-Mu.
Semoga hidup kami menjadi sukacita bagi Surga, karena kami senantiasa kembali kepada kasih-Mu dan membantu sesama menemukan jalan pulang kepada-Mu.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.