Lepas Bebas

Santo Karolus pernah mengambil satu keputusan penting dalam hidupnya, yaitu melepaskan semua keistimewaan yang melekat padanya, karena jabatannya di Vatikan. Ia ingin berbakti secara total membangun Keuskupannya di Milano sebagai Uskup. Ini adalah sebuah contoh sikap lepas bebas, yaitu meninggalkan apa dan siapa saja di belakang, demi kepentingan lain yang lebih besar. Kita percaya, bahwa kepentingan itu ialah kehendak Tuhan. Karena Tuhanlah yang menyediakan segalanya untuk langkah dan kehidupan ke depan.

Inti sikap lepas bebas ialah cinta akan pilihan yang satu dan tertinggi tersebut. Seorang Biarawan atau Imam membuktikan dirinya telah lepas bebas dari segala kebutuhan dunia, sehingga melayani sepenuhnya dalam nama Tuhan yang telah memanggilnya. Suami atau istri juga telah melepaskan semua keinginan lain, demi membangun cinta mereka berdua. Satu keluarga dengan para anggotanya menganut agama dan kepercayaan berbeda-beda, tapi pada suatu momen yang spesial, mereka semua memutuskan untuk meninggalkan semuanya itu, lalu memilih untuk dibaptis dan hidup secara Katolik.

Semua ini adalah contoh sikap lepas bebas yang didasari oleh cinta kasih Tuhan. Cinta itu berada dalam superioritas kuasa Tuhan. Ketika sudah memilihnya, seorang tidak lagi di dalam kekurangan, karena Tuhan menyediakan dan menjamin kehidupannya. Tuntutan cinta kasih itu sangatlah konkret, yaitu mengerjakan segala sesuatu atas nama cinta, karena Tuhan adalah cinta kasih itu.

Adalah fakta, bahwa kita memiliki kekurangan, baik dalam rencana dan prosesnya yang tidak memuaskan dan bakal tidak mencapai target. Tapi bekerja, karena cinta hendaknya tidak diremehkan atau dihentikan. Menurut Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, Tuhan Allah yang mengerjakan di dalam diri ini, baik dalam kemauan maupun pelaksanaannya, jika pekerjaan itu kita lakukan atas dasar cinta kasih.

Hak itu berarti Tuhan bekerja bersama dan di dalam kita. Setiap atau segala kepentingan baik untuk diri sendiri maupun di sekitar kita, harus selalu di bawah cinta kasih Tuhan. Kita menjadi bebas untuk melakukannya. Bahkan di dalam situasi tertentu, pekerjaan atau sebuah pilihan atas nama cinta itu harus dihadapkan pada kekuasaan yang melawan cinta, pegangan kita pada cinta kasih tidak boleh kalah dan hilang. Yesus membuktikan, bahwa cinta pasti menang.

Kita perlu konsisten dan selalu di dalam sukacita, ketika sebuah keyakinan dan pilihan untuk bekerja itu adalah karena cinta kasih dan pekerjaan Tuhan. Karena Ia akan mengerjakannya di dalam kita.

“Allah Bapa di Surga, buatlah hidup bersama di antara kami senantiasa dilandasi oleh cinta kasih-Mu. Amin.”

(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)