Derap Gemuruh Roda Nasib

Mosaik Serpihan Kelana -95
Pemburu Jejak Angin
Simply da Flores


1.

Butiran peluh suka duka pribadi
menetes pada debu jejak kaki perjuangan
Entah disadari atau hanya mengikuti irama
tetapi fakta kebutuhan mendesak jiwa raga bergerak
Tak peduli musim dan siang malam
Tak mampu ditunda desah nafas memacu
Tak bisa ditahan desir darah mengalir
Kehidupan ini anugerah dan fakta yang tak bisa dihentikan
Roda nasib memburu putaran waktu
yang tak mampu ditahan apalagi diulang
Hidup adalah ziarah dalam fakta realita
serta kelana di tengah kemungkinan dan misteri

2.

Setiap pribadi belajar memutar roda nasibnya
Entah dengan warisan energi alam semesta
Entah dengan bekal tradisi adat budaya, Entah dipandu ajaran kepercayaan dan agama
Entah mengandalkan ilmu dan ketrampilan yang dipelajari di sekolah
Entah dengan keistimewaan profesi dan kemudahan dari keluarga
Entah di bawah cengkraman tirani dan penindasan harkat martabat
Tetapi…
nasib setiap pribadi ternyata berbeda-beda
dan sering tak bisa dipahami nalar sendiri
Sering dunia ini seperti panggung sandiwara nasib
yang dipenuhi warna warni dan tanya

3.

Dalam dinamika perubahan zaman yang dasyat
Fakta realita terus memaksa pribadi membuat pilihan dan keputusan
Kembali ke dalam jiwa raga ternyata kemampuan terbatas dan berbeda-beda
Roda nasib tergantung keputusan setiap detik kehidupan
agar memutuskan menjadi apa dan siapa
agar selalu menggores kata dan angka pada sosok diri
agar mampu memberi arti makna bagi pribadi
Entah nanti disebut bagian dan sumber solusi
Entah dicap sebagai bagian dan sumber masalah
Hidup seperti sebuah medan pertempuran
dan bergulat untuk kalah atau menang untuk memutar roda nasib

4.

Derap gemuruh roda nasib mengiringi desah nafas dan desir darah
Memang tak sempurna keputusan setiap pribadi
Tetapi…
itulah pilihan dan keputusan untuk ada dan menjadi
Itulah kemampuan setiap orang memutar roda nasibnya
Itulah yang terbaik untuk memberi arti makna pribadi
Derap gemuruh roda nasib bersemi
dalam halaman sejarah peradaban manusia di bumi
dalam keanekaragaman pribadi, suku bangsa dan zaman
Di tengah berbagai situasi lingkungan alam jagat ini
dengan irama dinamika perubahan semesta
dan aneka tanya hakiki dalam setiap jiwa raga kita