Refleksi Filosofis:
Bak Kerakap di Atas Batu, Hidup Enggan, Mati pun tak Mau

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Karena Kerakap akan kembali hidup bukan karena batunya hilang, melainkan karena airnya datang lagi.”
(Didaktika Misteri Hidup)
Inilah sebuah kondisi yang ‘menggantung’ di antara. Ia tidak bahagia, tapi tidak juga menderita. Sekali lagi, ia sedang sepi berada di tengah-tengah.
‘Kerakap’ itu adalah sejenis hewan yang hidupnya hanya menempel di batu. Dia benar-benar memanfaatkan situasi, yakni di saat air pasang. Di saat itulah ia bisa hidup bahagia, bisa makan dan beraksi. Tetapi begitu air kembali surut, maka dia akan terperangkap dan terjebak di atas batu yang panas itu. Dalam kondisi sekarat itu, maka ia akan mengatupkan cangkangnya demi bertahan hidup. Ya, demikian pun hidup kita manusia.
‘Hidup enggan, mati tak mau,’ itu adalah saat:
- Nafasnya masih berdenyut, tapi hasratnya telah sirna. Ya, seperti kita yang mau bangun dari apa pun. Hal ini bukan soal Anda ingin, namun itulah sebuah keharusan.
- Dunia masih ramai, tapi Anda sudah undur diri. Kondisi ini dalam filsafat disebut ‘acedia,’ yakni sekeping hati yang mulai layu, karena kelelahan yang sudah menumpuk.
- Mati tak mau, karena masih ada sisa-sisa cinta.
Mati tak mau, hal ini bermakna, bahwa orang masih ingin hidup, tapi ia belum menemukan bentuk hidup yang layak untuk diperjuangkan. Ya, ada benang tipis yang seolah menahannya (Ya, istri, mungkin juga anak, atau pun sepotong doa yang belum terkabulkan). Inilah yang disebut, ‘mengambang.’
Apakah Obat Mujarabnya?
Janganlah bersikap aneh-aneh, karena kerapak itu tak butuh aneka suntikan ‘motivasi,’ tapi ia hanya butuh ‘air.’
Bukankah air itu adalah makna? Makna itu tak memikirkan hidup secara gebyar, tapi hanya dari gerakan kecil saja.
Ya, Anda hanya butuh sebuah tindakan kecil, yakni “sirami dia.”
‘Kerakap’ pun akan kembali hidup, bukan karena batunya hilang, tapi justru karena airnya datang lagi.
Sekali lagi, ketahuilah, bahwa air itu datang lewat tindakan kecil saja.
Kediri, 2 November 2026
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.