Merawat Solidaritas dan Nilai Kemanusiaan

Yudas Makabe berdoa dan mempersembahkan kurban untuk arwah orang-orang yang telah meninggal. Doa dan persembahan bagi saudara-saudari yang telah meninggal ini bukan sekadar praktik ritual melainkan juga ungkapan kasih dan penghargaan terhadap mereka; suatu praktik untuk merawat solidaritas dan menguatkan kepedulian agar dalam duka sekalipun kita tetap saling menguatkan serta merawat nilai kemanusiaan. Praktik ini juga mencerminkan keyakinan akan kebangkitan dan kehidupan setelah kematian.
Dalam Injil, janji Yesus memberikan jaminan, bahwa semua yang datang kepada-Nya akan diterima dan dibangkitkan pada akhir zaman. Hal ini menguatkan harapan kita akan belas kasih Allah yang tak terbatas, sambil mengajak kita untuk hidup dalam iman yang aktif. Tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk sesama. Sebagai komunitas beriman, kita dipanggil untuk saling menguatkan, mendoakan, dan menunjukkan kasih, terutama kepada mereka yang berduka, dengan cara yang mencerminkan harapan akan kehidupan kekal.
Apakah kita juga memiliki keyakinan yang sama seperti Yudas Makabe akan kebangkitan?
Bagaimana janji Yesus memotivasi kita untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan mengajak orang lain?
Tuhan, kuatkanlah iman kami akan janji hidup kekal. Bantulah kami untuk hidup sebagai komunitas yang mencerminkan kasih-Mu, dan berikanlah istirahat abadi kepada semua arwah umat beriman. Amin.
Ziarah Batin
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.