Doa Bagi Para Arwah

Hari ini Gereja kita memperingati para arwah semua orang beriman. Kegiatan kita yang utama ialah berdoa bagi para arwah. Para Imam diminta otoritas liturgi Gereja untuk merayakan tiga kali misa kudus. Umat dapat menghadirinya sekaligus menyampaikan intensi-intensi doa bagi arwah anggota keluarga mereka.
Untuk memahami peringatan dan tugas doa ini, kita perlu berangkat dari keyakinan iman yang hakiki. Di dalam rumusan doa “Aku Percaya,” kita percaya akan kebangkitan badan dan kehidupan kekal. Para arwah dari keluarga dan sesama dibantu dengan doa-doa seluruh Gereja supaya mereka dianugerahi kebangkitan dan akhirnya menikmati kehidupan abadi di dalam Surga.
Menyebut mereka “akhirnya menikmati hidup abadi di dalam Surga” ini memiliki makna yang penting. Ini berarti ada sebuah proses yang dilalui oleh para arwah sebelum masuk Surga. Proses ini disebut dengan api penyucian. Ajaran yang sangat khas dalam Gereja Katolik ini ingin menegaskan, bahwa penyucian bagi para arwah merupakan proses pemurnian. Mereka bagai dibakar supaya menjadi murni. Dosa-dosa dan akibatnya yang masih melekat dalam diri para arwah ini dibersihkan. Mereka tentu menderita, karena pemurnian ini.
Mereka tidak bisa membantu dirinya sendiri. Mereka sebagai arwah tidak memiliki segala kemungkinan untuk berkumpul dan berdoa. Sehingga mereka sangat membutuhkan dukungan doa-doa kita yang masih berada di dunia. Kitab Makabe menetapkan dua bentuk bantuan kepada para arwah ini, yaitu doa dan kurban. Doa-doa kita mencakup yang paling sederhana seperti doa pribadi yang spontan sampai dengan ibadat Ekaristi. Kurban itu bisa dalam bentuk barang, uang dan perbuatan yang dipersembahkan ke Gereja.
Ajaran api penyucian yang meminta doa-doa dan kurban dari kita, tujuannya ialah untuk kebangkitan dan kehidupan abadi para arwah, dan ini adalah bagian sumbangan dari Gereja. Bagiannya Tuhan ialah karunia yang tetap, yaitu Yesus telah bangkit dan menyediakan tempat bagi setiap pengikut-Nya. Ia berkehendak, kalau tak ada satu pun dari pengikut-Nya yang hilang. Bagian dari Tuhan ini sudah final, mereka yang sudah meninggal dunia di dalam Kristus itu statusnya sudah menjelang Surga. Api penyucian menjadi sarana persiapannya.
Jadi kita melakukan tugas atau tanggung jawab itu supaya terwujudlah tujuannya, yaitu para arwah dimurnikan demi masuknya mereka ke dalam Surga.
“Bapa yang Maha Rahim, kami berdoa bagi para arwah saudara dan saudari kami: berikanlah istirahat kekal kepada mereka, ya Tuhan, sinarilah mereka dengan cahaya abadi, dan semoga mereka beristirahat dalam damai. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.