Melihat Keadaan Tuhan Sebenarnya

Hari ini seluruh Gereja merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Keberadaan semua orang kudus ialah di Surga. Mereka adalah anggota Gereja yang mulia, dibandingkan dengan anggota-anggota lain, yaitu yang berziarah seperti kita yang masih hidup di dunia, dan mereka yang sedang dalam pemurnian di api penyucian.
Anggota Gereja yang mulia pernah berada di dunia seperti kita. Hidup mereka yang penuh rahmat dan bersemangat cinta kasih Yesus Kristus, maka setelah kematiannya mereka dikaruniai kehidupan abadi sebagai orang-orang Kudus. Apakah yang mereka lakukan di dalam keabadian waktu mereka di Surga? Ada banyak, tapi kita dapat menyebutkan satu sesuai inspirasi, ialah mereka melihat Kristus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
Orang-orang Kudus ini bukan para Malaikat. Para Malaikat itu adalah makhluk roh dan tidak punya nama (kecuali ketiga Malaikat Agung). Orang-orang Kudus mempunyai nama dan oleh Gereja, nama-nama itu dipakaikan pada nama setiap pengikut Kristus sebagai nama-nama Baptis. Ada sebagian orang Kudus ditetapkan Gereja melalui proses beatifikasi dan kanonisasi, yang maksudnya supaya mereka menjadi model sempurna bagi kita. Ada sebagian lain yang tidak melalui proses itu, tapi keteladanan mereka sangat penting bagi kita.
Setiap orang yang percaya kepada Kristus berjalan menuju kekudusan. Kitab Wahyu menggambarkan penglihatan akan sejumlah besar orang dari berbagai penjuru bumi berpakaian putih berada di sekitar takhta Allah Maha Tinggi. Kekudusan itu karunia untuk kita wujudkan. Ketika masih berada di dunia hukum yang wajib dilakukan ialah butir-butir mutiara kebahagiaan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus dalam Injil (Mat bab 5).
Kita terpanggil untuk menjadi Kudus melalui semangat hidup berbahagia, karena miskin di hadapan Allah, berdukacita, lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, murah hati, suci hati, membawa damai, dianiaya demi kebenaran, dan demi Yesus Kristus sendiri. Tak ada paksaan untuk mengikuti semua ini. Tapi sebagai pengikut Kristus, kita tentu menyadarinya sebagai kewajiban.
Hasil yang didapatkan memang sudah dapat dirasakan, ketika masih di dunia, tapi kenikmatan yang sempurna ialah di Surga, yaitu ketika kita melihat Kristus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
“Ya, Yesus Kristus, terangilah kami dalam jalan menuju kesempurnaan dan semoga para Kudus yang mulia senantiasa mendoakan kami untuk dengan gembira melewati jalan itu sambil tetap memuji-Mu di tempat yang Maha Tinggi. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.