Menggunakan Kekuatan Tuhan

Seorang pemuda bercerita kepada teman-temannya di Gereja, bagaimana ia mempertahankan imannya di tempat bekerja. Ia seorang yang taat dan sungguh beriman, tapi teman-temannya yang tidak seiman itu tidak menampilkan diri sebagai orang-orang beriman. Banyak yang suka menghujat Allah. Ada yang berperilaku tidak pantas seperti menyebarkan fitnah, bertindak kasar dalam kata dan tindakan, curang, dan tidak adil.
Pemuda ini berprinsip, Tuhan yang diimani dan menyertai dia setiap saat, memberinya rasa aman, kuat, dan percaya diri. Ia tidak takut apa pun, meski di sekelilingnya penuh dengan gaya hidup yang berlawanan dengan Tuhan. Baginya, tidak ada ketakutan berada dan bersama dengan Tuhan. Sesama karyawan di kantor yang berlaku kasar, berkata bohong, menyebarkan gosip atau penghinaan, dan yang berbuat curang, adalah rekan-rekan yang ia temui setiap hari. Ia tidak merasa asing bahkan terancam oleh mereka.
Ia tidak terpengaruh mereka. Ia menggunakan kekuatan Tuhan, sehingga mampu mempertahankan imannya dan mampu berelasi dengan mereka secara normal. Pengalaman seperti ini dialami juga oleh banyak orang di sekitar kita. Semua ini pengalaman di dalam dunia nyata. Sedang di dunia tidak nyata, yang di luar jangkauan indra kita, sering menjadi gangguan tersendiri. Dunia hantu dan gaib sering menakuti kita.
Banyak di antara kita yang atas nama Tuhan yang menyertai, sama sekali tidak takut dengan setan, hantu, dan kekuatan gaib. Mereka sungguh percaya, Tuhan Allah lebih kuat daripada semua kekuatan itu. Dengan nama Tuhan yang Maha Kudus, mereka terlindungi, dikuatkan, dan diselamatkan. Selain itu, ada juga ancaman-ancaman yang mematikan, seperti kekerasan fisik, perang, penyakit, dan bencana alam. Bagi orang-orang yang mengutamakan kekuatan Tuhan dalam penyelenggaraan seluruh hidupnya, mereka sama sekali tidak gentar dan goyah hidupnya. Tuhanlah yang menentukan nasib hidup mereka.
Warta gembira yang disampaikan Santo Paulus kepada jemaat di Efesus menegaskan, bahwa kita bertahan dan dapat melawan musuh di dunia ini, cukup dengan mengenakan senjata Tuhan Allah yang kita kenakan sebagai pakaian iman. Tidak ada satu pun kekuatan lain selain Tuhan yang dapat memisahkan dan menghancurkan kita.
Dalam Injil, Yesus melangkah dengan pasti ke Yerusalem, tempat tujuan-Nya yang sudah ditentukan Tuhan bagi-Nya. Ancaman dari Herodes tidak pernah membuatnya takut atau mundur satu langkah pun.
“Ya, Tuhan, ajarilah kami menjadi orang-orang yang tidak takut kepada siapa pun selain Dikau, sebab takut akan Dikau merupakan pilihan terbaik untuk keselamatan kami. Amin.”
(Verbum Veritatis oleh RP. Komunitas SDB-Salesians of Don Bosco)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.