Segala Keputusan harus Berakar pada Doa

“Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah” (Luk 6: 12).
Sebelum mengambil keputusan penting, Yesus terlebih dahulu berdoa. Ketika hendak memilih kedua belas Rasul, Ia menghabiskan semalam suntuk dalam doa. Hal ini bukan karena Yesus tidak berkuasa, melainkan untuk menunjukkan, bahwa hidup harus dijalani dalam ketaatan kepada Bapa dan selalu berakar pada relasi dengan-Nya.
Melalui teladan-Nya, Yesus mengajarkan, bahwa doa adalah cara terbaik untuk mencari dan memahami kehendak Allah. Doa bukan sekadar mengucapkan kata-kata, melainkan perjumpaan pribadi dengan Tuhan, tempat kita menyerahkan rencana, harapan, dan keputusan hidup ke dalam tangan-Nya. Dalam doa, kita belajar rendah hati dan menyadari, bahwa kita tidak mampu berjalan sendiri.
Keputusan yang baik itu tidak lahir hanya dari pertimbangan manusia, tapi juga dari keterbukaan terhadap kehendak Allah. Mencari kehendak-Nya bukan terutama soal memperoleh jawaban dengan cepat, melainkan membiarkan hati kita dibentuk agar semakin selaras dengan kasih dan rencana-Nya.
Rm. Denis Maria, CSE
Rabu, 28 Oktober 2026
Ef 2: 19-22; Mzm 19: 2-5; Luk 6: 12-19
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.