Memposisikan Diri dan Beradaptasi

“Jangan membiasakan diri mencuri atau korupsi waktu, agar kita tidak dikubur oleh penyesalan sendiri.” -Mas Redjo
Kita memposisikan diri, seandainya kita adalah Bos suatu perusahaan. Kita melihat anak buah bekerja malas-malasan, bermain hp, dan tidak produktif. Bagaimana reaksi dan sikap kita?
Realitas itu mudah ditemukan di kantor, pabrik, restoran, gudang, dan sebagainya. Khususnya, ketika usaha sepi dan, apalagi tidak ada pekerjaan yang mendesak untuk diselesaikan.
Menunda dan mengulur-ulur waktu itu adalah kebiasaan buruk dan menyebalkan. Bisa juga, mereka santai, karena pekerjaan sudah diselesaikan, sehingga merasa bebas merdeka?
Jika banyak teman bersantai ria, dan Bos juga tidak ‘aruh-aruh’, alias mengingatkan, mereka jadi lupa diri dan kebablasan. Padahal pekerja yang baik itu tidak seharusnya membuang-buang waktu, dan kontra produktif.
Jujur, dan saya bersyukur dengan nasihat Bapak agar tidak mencuri waktu dalam bekerja, apalagi demi kesetiakawanan dan solider. Hal negatif dan buruk itu harus dijauhi, karena membuat kita jadi pemalas. Dari korupsi waktu, kita meningkat untuk korupsi uang, dan seterusnya. Sehingga menjerumuskan diri ini ke dalam kenyaman semu.
Ketika usaha Bos lesu atau tidak ada pekerjaan, tidak seharusnya kita bersikap cuwek dan bermalas-malasan. “Kita pekerja, dan usaha sepi itu urusan Bos,“ adalah alasan klise dan ngawur yang mudah ditemukan di mana saja.
Pekerja yang baik itu tidak sekadar memperoleh gaji, tapi sadar diri akan tugas dan tanggung jawabnya dalam memajukan perusahaaan. Karena perusahaan adalah tempat meniti karier, sekaligus tambang bagi keluarganya.
Dengan selalu memposisikan diri itu memudahkan saya dan Anda untuk beradaptasi dalam menghadapi sikon yang berat serta sulit untuk mencari solusinya, dan ke luar dari krisis.
Sejatinya nasib kita ditentukan oleh diri sendiri. Dengan memposisikan diri, kita mudah beradaptasi untuk merealisasikan impian itu menjadi kenyataan.
Orientasi sebagai pekerja keras dan disiplin itu yang bakal menghantar kita untuk menggapai masa depan nan cerah!
Mas Redjo
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.