Mengasihi Tuhan dan Sesama

“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” (Mat 22: 36).

Dalam Injil, Yesus menunjukkan hukum yang terutama. Pertama, kita diminta untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, segenap jiwa dan dengan segenap akal budi. Artinya, seluruh hidup kita diarahkan kepada Tuhan. Dia menjadi pusat perhatian, sumber harapan, dan tujuan hidup kita. Mengasihi Tuhan bukan hanya melalui kata-kata, melainkan juga melalui ketaatan dan kesediaan untuk melakukan kehendak-Nya.
Sikap ini tampak dalam kehidupan jemaat di Tesalonika. Mereka menjadi penurut Tuhan, melakukan yang dikehendaki Tuhan, dan menjauhi dosa. Umat Tesalonika juga menerima Firman Tuhan dengan sukacita dalam keterbukaan akan karya Roh Kudus. Sehingga mereka dipuji, karena menjadi teladan dalam mendengarkan dan melaksanakan Firman-Nya.

Hukum kedua terbesar yang Yesus sampaikan adalah mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Hal ini menunjukkan tindakan konkrit untuk mengasihi sesama: jangan menindas ataupun menekan orang yang lemah, tidak berdaya, rentan ataupun gampang dibuli. Menolong orang yang meminta bantuan dan yang memohon pertolongan kita tanpa mengharapkan imbalan. Tunjukkan kasih kepada orang yang merugikan kita.

Rm. Arsenius Viccar, CSE

Minggu 25 Okt 2026
Kel 22: 21-27; Mzm 18: 2-4.47.51; 1Tes 1: 5-10; Mat 22: 34-40

Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com