Hedonic Treadmill

“Bahagia dunia selalu akan kembali ke titik awal”

“Bro … nyatanya bahagia itu sebentar.” Itulah tulisan kreatif pada sebuah badan truk pengangkut sembako. Ada benarnya sih, bahagia itu sebentar. Misalnya kita beli HP baru, seminggu pertama rasanya luar biasa, sebulan kemudian biasa saja. Beli baju model terbaru, mobil keluaran terbaru, bahagia banget, eee giliran ke luar produk terbaru bahagia pun sirna berganti mimpi dan iri. Begitu juga gaji pertama 5 juta terasa cukup. Begitu naik jadi 10 juta tetap terasa kurang.

Dalam istilah psikologi, ini disebut ‘hedonic teadmill’. Kebahagiaan selalu kembali ke titik awal. Seperti berlari di atas treadmill. Makin kencang kita berari, kita tetap di tempat yang sama. Di mana kebahagiaan cepat sirna.

Ingat kita itu beragama dan beriman. Perjuangkan bahagia yang kekal. Bahagia itu bukan garis ‘finish’, tapi bahagia itu proses menikmati, mensyukuri dan memaknai. Sampai pada ujung sumber sejati kebahagiaan, yaitu Tuhan. Bila syukur ada bahagia jadi tinggal lama. Jika iman, harapan dan kasih tinggal kebahagiaan menjadi kekal. Jika anugerah dan berkat ditularkan dan ikhlas dibagikan bahagia terasa menjadi sempurna.

Deo gratias.

Rm. RP Rio, Scj