Hidup sebagai Pantulan Kasih Allah

“Jangan pernah mempermalukan orang lain agar kita tidak tidak dipermalukan diri sendiri.” -Mas Redjo

Sadar diri untuk memaafkan dan mendoakan mereka yang bersalah itu lebih bijak agar kita tidak terluka dan sakit hati.

Dengan mengasihi dan memaafkan orang yang bersalah, saya melepas beban pikiran dan tidak menyimpan luka, apalagi hingga bernanah, bau, dan menjadi sumber penyakit. Hal itu yang selalu saya tegaskan pada diri sendiri.

Saya melihat realita itu tidak sekali dua, tapi sering kali dalam peristiwa keseharian. Sejatinya, apa pun yang diperlakukan kepada orang lain itu akan kembali ke kita!

Saya mempunyai seorang sahabat. Saya dijauhinya, karena tidak kuliah dan menganggur. Ketika ia mengalami musibah, saya hadir dan ada untuknya dengan tulus.

Begitu pula dengan sikap tetangga komplek yang meremehkan dan menganggap saya kroco, karena pegawai rendah serta miskin. Saya tidak peduli. Meladeni nyinyiran orang itu tiada habisnya, capai, dan membebani pikiran sendiri.

Sebaliknya dengan diremehkan, alias tidak dianggap itu membuat saya termotivasi untuk berhasil dan sukses dalam hidup ini. Hal itu tidak untuk pembuktian diri, tapi untuk disyukuri. Saya sadar, semua yang saya miliki ini karunia Allah dan titipan-Nya.

Begitu pula dengan tetangga beda er-te. Ia menyerobot rumah yang telah saya kasih persekot untuk dibeli. Saya tidak komplain atau marah. Saya mengalah, sabar, dan tetap bersikap ramah padanya. Aneh dan mukjizat, saya memperoleh rezeki nomplok: rumah yang luas dan bagus, serta dijual harga murah!

Bagi saya, mendendam orang yang berperilaku buruk dan tidak terpuji itu keliru. Membenci itu bukan pada orangnya, melainkan perbuatannya. Sebaliknya orang itu wajib dikasihi, karena khilaf, mengejar validasi, dan tidak tahu yang diperbuatnya. Dengan mendoakannya agar ia sadar diri dan insyaf.

“Apa pun yang dilakukan kepada orang lain itu akan kembali ke diri sendiri.”

Hidup sejati orang beriman itu adalah pantulan kasih Allah! (2 Kor 3: 18).

Gusti nyuwun kawelasan,
Mas Redjo