Dihapusnya Tembok Pemisah oleh Kristus

“Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu jauh, sudah menjadi dekat oleh darah Kristus” (Ef 2: 13).
Sering kali kita merasa sendirian, tidak dimengerti, atau bahkan jauh dari Tuhan. Dalam situasi seperti itu, Surat Efesus mengingatkan, bahwa Allah tidak pernah membiarkan manusia tinggal dalam keterasingan. Melalui Yesus Kristus, hubungan yang dahulu jauh didekatkan, yang tercerai-berai dipersatukan, dan yang kehilangan harapan kembali menemukan makna hidup. Ia merobohkan tembok-tembok yang memisahkan manusia dari Allah dan dari sesama.
Tembok itu kadang hadir dalam hati kita: luka lama yang belum sembuh, kekecewaan yang dipelihara, atau keengganan untuk mengampuni. Tanpa disadari, tembok-tembok itu membuat hati menjadi sempit dan sulit merasakan kasih Tuhan.
Tuhan mengundang kita untuk membuka diri terhadap karya-Nya. Ia ingin membangun hidup kita menjadi tempat kediaman-Nya, sebuah bait yang hidup dan penuh damai.
Ketika kita membiarkan kasih Kristus bekerja dalam hati, kita pun dimampukan menjadi pembawa persatuan, harapan, dan kasih bagi orang-orang yang kita jumpai setiap hari.
Sr. Philippa Nerissa, P. Karm
Selasa, 20 Oktober 2026
Ef 2: 12-22; Mzm 85: 9-14; Luk 12: 35-38
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
https://www.renunganpkarmcse.com
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.