Bijak Terhadap yang sering ‘Mak Bedunduk’

Dalam pelayanan sosial, pendidikan, bahkan rohani, menghadapi rekan yang pasif atau tiba-tiba ‘mak bedunduk’, mengambil keputusan sendiri memang menguji iman kita. Menegur dengan kasih jauh lebih berbuah daripada respons menghakimi, karena komunikasi terbuka adalah cara kita menjaga kesatuan komunitas agar semua orang berjalan dalam terang.

Ketika kita mengajak mereka berdiskusi dengan hati yang tenang, kita menciptakan ruang aman yang meruntuhkan sikap defensif. Kejelasan yang lahir dari kesepakatan bersama; bukan langkah sepihak itu akan mendatangkan sukacita yang utuh dan menghindarkan kegagalan dalam pelayanan.

“Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tapi terlaksana kalau penasihat banyak” (Amsal 15: 22).

Berkah Dalem,
Jlitheng