Kekayaan Sejati

“Hidup ini bukan sekadar untuk mengumpulkan berkat, melainkan untuk menjadi berkat bagi sesama. Kekayaan sejati itu adalah hidup berkenan bagi Allah.”

Allah yang Maha Rahim,
“Untuk apakah sesungguhnya kami hidup?”

Dalam Injil, Putra-Mu menceritakan tentang seorang kaya yang hasil panennya begitu melimpah, sehingga ia berencana membangun lumbung yang lebih besar. Ia merasa telah menjamin kenyamanan dan ketenangan hidupnya untuk bertahun-tahun, tapi pada malam itu juga nyawanya diambil darinya. Ia menimbun harta duniawi, tapi melupakan kekayaan yang berharga di hadapan-Mu.

Bapa, betapa mudahnya aku jatuh dalam kebodohan yang sama. Mungkin aku tidak membangun lumbung yang lebih besar, tapi aku dapat membangun rasa aman di atas harta, pencapaian, pengakuan, atau rencana masa depan. Bahkan hal-hal yang baik dapat menjadi harta yang menyesatkan, ketika aku lebih mengandalkannya daripada mengandalkan-Mu.

Sabda-Mu mengingatkan, bahwa kami diselamatkan bukan karena keberhasilan sendiri, melainkan karena rahmat-Mu melalui iman. Kami adalah karya ciptaan-Mu dalam Kristus, diciptakan untuk melakukan pekerjaan baik. Sungguh berbeda cara hidup yang Engkau kehendaki! Hidupku bukan sekadar untuk mengumpulkan berkat, melainkan untuk menjadi berkat bagi sesama.

Bapa, ajarlah kami menjadi kaya dalam hal-hal yang berharga bagi-Mu: kasih yang rela memberi, kerahiman yang mengampuni, kemurahan hati yang berbagi, dan iman yang tetap percaya sekalipun hari esok belum pasti. Bukalah hatiku terhadap bisikan lembut Roh Kudus, agar aku mampu melihat kebutuhan sesama dan tidak terkurung dalam keinginanku sendiri.

Bersama Pemazmur, semoga aku bersukacita dalam Engkau, melayani-Mu dengan gembira, dan selalu mengingat, bahwa Engkaulah Allahku. Kebaikan dan kasih setia-Mu tetap untuk selama-lamanya, sedangkan harta duniawi pada akhirnya akan berlalu.

Pada peringatan Santo Yohanes de Brébeuf, Santo Ishak Jogues, dan para Martir rekan mereka, semoga kesaksian hidup mereka menginspirasiku untuk lebih menghargai Kristus daripada segala kekayaan duniawi dan menggunakan hidupku dengan murah hati untuk membawa kasih dan kerahiman-Mu kepada sesama.

Bapa, bantulah kami untuk menghargai hidup baru yang aku terima dalam Putra-Mu. Semoga segala sesuatu yang Engkau percayakan kepadaku itu aku gunakan untuk melayani sesama dan mempersiapkan diri bagi warisan surgawi yang tidak akan binasa. Ketika perjalanan hidupku di dunia berakhir, semoga aku didapati kaya dalam kasih dan setia di hadapan-Mu.

Yesus, Sang Kasih dan Kerahiman, Engkaulah Andalanku. Amin.

HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA)