Berani Memperjuangkan Kebenaran

Dalam dunia kerja, sering kali orang yang terlalu jujur dan vokal menyuarakan kebenaran malah sulit untuk meningkat kariernya. Bahkan orang seperti ini berpotensi dipecat dari tempat kerjanya. Rupanya, dunia ini tidak terlalu menyukai kebenaran.
Dalam Injil, Yesus melanjutkan kritik-Nya terhadap ahli-ahli Taurat. la mengatkan, “Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam Nabi-nabi, padahal nenek moyangmu telah membunuh mereka” (Luk 11: 47); “Celakalah kamu,… sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan, kamu sendiri tidak masuk ke dalam…” (Luk 11: 52).
Kritikan atau kecaman Yesus ini membuat-Nya ingin dijebak agar dapat ditangkap oleh orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu. Yesus sadar betul, bahwa inilah yang memang akan terjadi, ketika diri-Nya dengan vokal mengkritik mereka. Yesus tidak takut dengan segala konsekuensi itu. Bagi-Nya, kebenaran harus diungkapkan, meski menyakitkan para pendengarnya dan berisiko bagi diri-Nya sendiri. Yesus merasa amat perlu menyampaikan semua kecaman atau kritikan, karena Dia hendak membebaskan masyarakat banyak yang menjadi korban dari aturan-aturan otoriter yang dibuat oleh kaum Farisi dan ahli Taurat.
Kita memperingati Santa Teresa dari Yesus, mistikus. Pada 1568, Teresa bersama Santo Yohanes dari Salib mendirikan Biara Karmel Tak Berkasut pertama di Duruelo, kota dekat Avila. Mereka berjuang memperbarui spiritualitas Ordo Karmel melalui kehidupan membiara yang suci, dalam doa, serta menjalankan puasa dan berpantang dengan sangat ketat. Tentu saja usaha pembaruan semacam ini ditentang oleh banyak kalangan, termasuk saudara/i seordonya sendiri. Tapi Teresa tetap melakukan pembaruan tersebut berbekalkan inspirasi dari Roh Kudus.
“Tuhan, berilah kami keberanian yang benar. Semoga kami berani memperjuangkan kebenaran, apa pun risikonya. Amin.”
Ziarah Batin
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.